Los Angeles, VIVA - Nama Patrick Stewart selama puluhan tahun identik dengan karakter ikonik Captain Jean-Luc Picard dalam serial Star Trek: The Next Generation dan Professor X di waralaba film X-Men. Namun, kabar mengenai kondisi kesehatannya turut menyoroti penyakit neurodegeneratif yang dapat memengaruhi kemampuan berpikir, perilaku, hingga pergerakan tubuh, yakni demensia Lewy Body.
Sang aktor meninggal dunia pada usia 86 tahun setelah berjuang melawan penyakit Alzheimer dan Lewy Body Dementia. Ia dikabarkan mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Los Angeles, Amerika Serikat.
Kabar duka itu disampaikan keluarga melalui pernyataan yang diunggah di akun Instagram resmi sang aktor pada Kamis. Keluarga menggambarkan perjuangan Stewart menghadapi penyakit tersebut sebagai perjalanan yang singkat, tetapi penuh tantangan.
Dikutip Page Six, Stewart disebut meninggal dalam dekapan sang istri, Sunny Ozell, dengan didampingi keluarga dan sahabat terdekat. Momen kepergiannya diiringi musik, doa, air mata, tawa, serta kenangan bersama orang-orang yang dicintainya.
Keluarga juga mengenang Stewart sebagai sosok yang memiliki ketenangan dan keanggunan, serta meninggalkan kesan mendalam bagi orang-orang di sekitarnya.
Alih-alih mengirimkan bunga belasungkawa, keluarga mengajak masyarakat menyalurkan donasi kepada Johns Hopkins Alzheimer's Disease Research Center Fund dan Alzheimer's Foundation of America Caregiver Resources. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu penelitian Alzheimer sekaligus menyediakan sumber daya bagi para pengasuh pasien demensia.
Apa Itu Demensia Lewy Body?
Selain Alzheimer, salah satu kondisi yang disebut dialami Patrick Stewart adalah demensia Lewy Body atau Lewy Body Dementia (LBD). Penyakit ini termasuk gangguan neurodegeneratif yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif secara progresif.
Demensia Lewy Body berkaitan dengan penumpukan protein abnormal bernama alpha-synuclein di dalam sel-sel otak. Endapan protein tersebut dikenal sebagai Lewy bodies dan dapat mengganggu kerja otak dalam mengatur kemampuan berpikir, perilaku, gerakan, serta berbagai fungsi tubuh lainnya.
Salah satu gejala yang cukup khas adalah halusinasi visual. Penderitanya dapat melihat orang, hewan, atau benda yang sebenarnya tidak ada. Selain itu, kemampuan berkonsentrasi dan tingkat kewaspadaan juga bisa berubah-ubah.






Komentar (0)