jpnn.com, JAKARTA - HEBITREN DKI Jakarta menggelar Festival Hari Santri Jakarta di Asrama Haji Pondok Gede, 29 Oktober 2026.
Mengusung semangat kebersamaan dan kontribusi santri, festival menghadirkan rangkaian kegiatan mulai dari perlombaan, seminar, bazar pesantren, hingga istigasah dan doa bersama menuju 5 Abad Jakarta.
BACA JUGA: Kemenag Usulkan Ponpes Ikut SMK Go Global, PBNU: Santri Bisa Berkarier di Luar Negeri
Ketua Pelaksana Festival Hari Santri Jakarta Muhammad Abdul Jabar atau Gus Jabbar mengatakan festival tersebut dirancang untuk menghadirkan ruang bagi santri untuk berprestasi, belajar, berwirausaha, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan.
"Festival Hari Santri Jakarta bukan hanya tentang perayaan, tetapi bagaimana kita menghadirkan ruang bagi santri untuk berprestasi, mendapatkan wawasan, mengenalkan potensi ekonomi pesantren, dan bersama-sama mendoakan Jakarta,” ujar Gus Jabbar.
BACA JUGA: Terima Anugerah Santri Diplomat Inspiratif, Husnan Bey Fananie: Memikul Amanah Peradaban
Menurutnya, perlombaan santri menjadi bagian penting dalam festival untuk memberikan ruang kepada santri dalam mengembangkan bakat, kreativitas, kepercayaan diri, dan sportivitas.
Selain lomba, festival menghadirkan seminar sebagai ruang untuk memperluas wawasan dan membangun perspektif santri mengenai tantangan serta peluang di masa depan.
BACA JUGA: MPDI Gelar Dialog, Muncul Sorotan Soal Realisasi Dana Abadi Pesantren
Sementara itu, bazar pesantren menghadirkan 30 tenant yang menampilkan berbagai produk dan usaha pesantren.
Bazar menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi ekonomi pesantren kepada masyarakat sekaligus membuka peluang kolaborasi dan pemasaran.
"Pesantren tidak hanya memiliki potensi dalam pendidikan dan keagamaan. Ada banyak produk dan usaha pesantren yang juga layak dikenal masyarakat. Karena itu, bazar ini menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan produk pesantren dengan masyarakat,” kata Gus Jabbar.
Rangkaian festival kemudian dilengkapi dengan istigasah dan doa bersama menuju 5 Abad Jakarta. Doa bersama menjadi momentum untuk memanjatkan harapan agar Jakarta diberikan keberkahan, keamanan, kedamaian, dan kemajuan.
Gus Jabbar menyampaikan bahwa seluruh rangkaian tersebut sengaja dipadukan agar Festival Hari Santri Jakarta memiliki makna yang lebih luas.
"Lomba memberikan ruang untuk berprestasi, seminar membuka wawasan, bazar menggerakkan ekonomi pesantren, dan doa bersama menjadi ikhtiar spiritual kita untuk Jakarta,” tuturnya.
Dia berharap Festival Hari Santri Jakarta dapat menjadi momentum yang memperkuat silaturahmi antarpesantren sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pesantren, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
"Semoga semangat Hari Santri ini tidak berhenti di festival. Kita ingin santri terus berprestasi, pesantren semakin mandiri, dan bersama-sama memberikan kontribusi terbaik untuk Jakarta,” pungkas Gus Jabbar.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari





Komentar (0)