Xi Jinping Bersih-Bersih Besar! 33 Pejabat China Dipecat, Eks Bos Bursa Ikut Terseret

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Xi Jinping Pecat 33 Pejabat China, Eks Bos Regulator Pasar Modal Ikut Terseret

Presiden China Xi Jinping kembali memperketat pemberantasan korupsi di lingkungan pemerintahan dan Partai Komunis China. Sebanyak 33 pejabat resmi dikeluarkan dari keanggotaan partai, termasuk mantan pejabat tinggi militer, mantan kepala regulator pasar modal, hingga mantan menteri industri.

Keputusan tersebut dikonfirmasi melalui komunike sidang pleno kelima Partai Komunis China yang dirilis media pemerintah Xinhua pada Kamis (29/10/2026).

Sejumlah nama besar masuk dalam daftar pejabat yang dipecat, di antaranya mantan anggota Politbiro Ma Xingrui dan mantan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Zhang Youxia.

Selain itu, terdapat mantan pejabat militer Liu Zhenli, mantan diplomat senior Liu Jianchao, mantan Menteri Perindustrian Jin Zhuanglong, serta mantan Ketua Komisi Regulasi Sekuritas China (CSRC) Yi Huiman.

Tidak hanya itu, komunike tersebut juga menyebut Li Yunze, mantan kepala regulator keuangan China, telah dicopot dari jabatannya di lingkungan partai.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa penertiban internal Partai Komunis China menjangkau sejumlah posisi strategis, termasuk sektor pertahanan, industri, diplomasi, dan keuangan.

Masuknya mantan pimpinan regulator pasar modal Yi Huiman dalam daftar tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi sektor keuangan China. CSRC merupakan lembaga yang bertanggung jawab mengawasi pasar modal dan aktivitas sekuritas di negara tersebut.

Baca Juga: Imbas Polemik Mao Zedong, La Liga Terancam Tak Tayang di China saat Mbappe Main

Baca Juga: Kim Jong Un Kunjungi China, Perkuat Hubungan dengan Beijing di Tengah Spekulasi Diplomasi AS

Sementara itu, pencopotan Li Yunze dari jabatan partai juga melibatkan figur yang sebelumnya memimpin otoritas pengawasan keuangan China.

Perkembangan ini berlangsung di tengah upaya pemerintah China menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat pengawasan terhadap sektor keuangan serta industri strategis.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
DPRD Gresik Minta Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Ditambah Rp 19,46 Miliar
• 18 jam lalu
0
thumb
Sempat Kabur Usai Diperiksa KPK, Dedi Congor Ternyata Sudah Jadi Tersangka Baru Kasus Bea Cukai Sejak September
• 19 jam lalu
0
thumb
Anwar Abbas: Gus Yaqut Tidak Miskin, Biasanya Orang Miskin Yang Terima Suap!
• 18 jam lalu
0
thumb
Usai Hujan Lebat, Menkes Sebut Jumlah Daerah dengan ISPU Hitam Tersisa 14 dari 50 Kabupaten/Kota
• 14 jam lalu
0
thumb
Laba TBS Energi Utama (TOBA) Tumbuh 105 Persen hingga September 2026
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.