Kok Bisa Tawas Menghilangkan Bau Badan? Ini Cara Kerjanya Menurut Ahli

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Tawas Menghilangkan Bau Badan menjadi salah satu topik yang menarik perhatian karena bahan ini kerap digunakan sebagai alternatif deodoran alami. Meski mengandung aluminium, tawas disebut memiliki tingkat toksisitas yang sangat rendah ketika digunakan pada kulit yang sehat.

Tawas bukanlah bahan baru dalam industri kosmetik. Sejak ribuan tahun lalu, mineral ini telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari menjernihkan air hingga membantu mengurangi bau badan.

Namun, kandungan aluminium di dalam tawas sering menimbulkan pertanyaan mengenai keamanannya. Apakah zat tersebut berbahaya bagi kulit dan tubuh?

Profesor Zulys melalui unggahan Reels di akun Instagram pribadinya menjelaskan cara kerja tawas, kandungan aluminium, hingga penggunaannya sebagai deodoran, termasuk untuk anak yang mulai memasuki masa pubertas.

Tawas Sudah Digunakan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Tawas ternyata bukan penemuan baru dalam industri kosmetik. Bahan ini sudah dikenal dan dimanfaatkan sejak lebih dari 2.000 tahun lalu oleh berbagai peradaban.

Prof. Zulys menjelaskan bahwa tawas memiliki sejumlah kegunaan yang telah dikenal sejak zaman dahulu.

“Tahukah Anda, tawas bukanlah penemuan baru di industri kosmetik. Bahan ini sudah digunakan sejak lebih dari 2.000 tahun yang lalu oleh bangsa Mesir Kuno, Yunani, Romawi, hingga dunia Islam,” ucap Prof. Zulys dalam unggahan Reels Instagram pribadinya.

Ia juga menyebutkan berbagai manfaat tawas yang telah dimanfaatkan manusia sejak dahulu.

“Mulai dari menjernihkan air, menghentikan pendarahan kecil, mengawetkan kain, hingga sebagai deodoran alami,” ujar Prof. Zulys.

Mengapa Tawas Bisa Menghilangkan Bau Badan?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul mengenai tawas adalah kandungan aluminium di dalamnya. Banyak orang mengkhawatirkan unsur tersebut karena dianggap dapat membahayakan kesehatan.

Namun, menurut Prof. Zulys, keamanan suatu zat tidak bisa dinilai hanya berdasarkan unsur yang terkandung di dalamnya. Bentuk senyawa kimia juga menentukan sifat dan tingkat toksisitas suatu bahan.

“Dalam kimia, tidak cukup menilai keamanan suatu zat dari komponen unsurnya saja, melainkan secara utuh senyawa kimianya,” jelas Prof. Zulys.

Untuk menjelaskan hal tersebut, ia memberikan contoh merkuri yang memiliki tingkat toksisitas berbeda berdasarkan bentuk senyawanya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Spanyol tetapkan tiga hari berkabung usai tabrakan kereta maut
• 5 jam lalu
0
thumb
Onderdil Volvo Lawas Masih Gampang Dicari, Ini Tantangannya
• 15 jam lalu
0
thumb
Pramono Anung Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Jakarta Mulai Dibayar Hari Ini, Cek Jadwal Pencairannya!
• 13 jam lalu
0
thumb
5 Rekomendasi Ide Menu Makan Siang Sehat dan Rendah Kalori yang Lezat
• 15 jam lalu
0
thumb
Polisi Bongkar Markas Penipuan Online WN Vietnam di Sidoarjo
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.