Musim Pancaroba, 6 Kebiasaan Sehat agar Tubuh Tetap Fit

celebesmedia.id
2 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar -  Musim pancaroba menjadi periode ketika perubahan cuaca kerap terjadi dalam waktu singkat. Pagi dan siang hari bisa terasa panas, tetapi hujan terkadang turun menjelang sore atau malam. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kesehatan dan kebiasaan sehari-hari.

Perubahan cuaca memang tidak serta-merta menyebabkan seseorang jatuh sakit. Namun, perubahan kondisi lingkungan, aktivitas, serta pola hidup dapat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan tubuh. Karena itu, menjaga kebugaran menjadi salah satu hal penting yang sebaiknya mulai diperhatikan saat memasuki musim peralihan.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah membangun kebiasaan hidup sehat secara konsisten. Mengutip laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kebiasaan seperti tidur cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan rutin melakukan aktivitas fisik dapat membantu mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.

Lantas, kebiasaan apa saja yang sebaiknya mulai diterapkan saat musim pancaroba? Berikut tujuh di antaranya.

1. Memperhatikan Asupan Makanan Bergizi

Menjaga kesehatan selama musim peralihan bisa dimulai dari makanan yang dikonsumsi setiap hari. Tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup agar organ dan sistem kekebalan dapat bekerja dengan baik.

Usahakan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, mulai dari sayuran, buah-buahan, sumber protein seperti ikan, telur, ayam, dan kacang-kacangan, hingga makanan yang mengandung karbohidrat kompleks.

CDC melalui laman _Support Your Immune Health_ menjelaskan bahwa asupan protein, sayuran, buah, biji-bijian utuh, serta lemak sehat berperan dalam mendukung kesehatan sistem kekebalan tubuh.

Kebiasaan ini tidak harus dimulai dengan perubahan pola makan yang rumit. Memperbanyak variasi makanan bergizi dan mengurangi konsumsi makanan tinggi gula maupun garam dapat menjadi langkah hhsederhana.

2. Memastikan Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi

Cuaca panas yang datang silih berganti dengan hujan dapat membuat seseorang kurang memperhatikan kebutuhan cairan. Padahal, tubuh tetap membutuhkan air untuk menjalankan berbagai fungsi penting.

Biasakan membawa botol minum ketika beraktivitas di luar rumah. Jangan hanya menunggu munculnya rasa haus, terutama ketika melakukan kegiatan fisik atau berada di lingkungan yang panas.

WHO dalam panduan kesehatan saat cuaca panas menyarankan masyarakat untuk minum air secara teratur dan menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan harian. Jumlah kebutuhan setiap orang bisa berbeda, bergantung pada aktivitas, kondisi kesehatan, usia, dan lingkungan tempat tinggal.

3. Menjaga Pola Tidur Tetap Teratur

Kesibukan sehari-hari terkadang membuat waktu istirahat menjadi tidak teratur. Padahal, tidur merupakan bagian penting dari proses pemulihan tubuh.

Kurang tidur dapat memengaruhi fungsi sistem kekebalan dan membuat tubuh lebih sulit menjalankan aktivitas secara optimal.

Mengutip CDC, sebagian besar orang dewasa membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam untuk mendukung kesehatan tubuh.

Untuk memperbaiki pola tidur, cobalah membiasakan waktu tidur dan bangun yang sama setiap hari. Kurangi penggunaan gawai menjelang tidur serta ciptakan suasana kamar yang nyaman agar kualitas istirahat lebih terjaga.

4. Tetap Aktif Melakukan Aktivitas Fisik

Cuaca yang sulit diprediksi terkadang membuat seseorang enggan berolahraga, terutama ketika hujan turun atau udara terasa terlalu panas.

Meski demikian, aktivitas fisik sebaiknya tetap menjadi bagian dari rutinitas. Tidak harus selalu melakukan olahraga berat, berjalan kaki, bersepeda santai, senam, atau melakukan peregangan di rumah juga bisa menjadi pilihan.

CDC merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit dalam seminggu, dengan penyesuaian sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing.

Ketika cuaca tidak mendukung aktivitas luar ruangan, olahraga ringan di dalam rumah dapat menjadi alternatif. Yang terpenting adalah menjaga tubuh tetap aktif dan tidak terlalu lama menjalani gaya hidup sedentari.

5. Membiasakan Cuci Tangan dan Menjaga Kebersihan Diri

Kebersihan diri merupakan kebiasaan sederhana yang sering kali dianggap sepele. Padahal, tangan dapat menjadi perantara penyebaran berbagai kuman ketika menyentuh benda atau permukaan yang terkontaminasi.

CDC menjelaskan bahwa mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik dapat membantu mengurangi penyebaran penyakit pernapasan.

Biasakan mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bepergian, serta setelah batuk, bersin, atau membuang ingus.

Jika tidak tersedia air dan sabun, gunakan pembersih tangan berbasis alkohol dengan kandungan minimal 60 persen.

Selain itu, terapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut serta hidung menggunakan tisu atau lipatan siku. Hindari menggunakan telapak tangan secara langsung agar kuman tidak mudah berpindah ke benda yang disentuh orang lain.

6. Menjaga Sirkulasi Udara di Dalam Rumah

Saat hujan turun, sebagian orang memilih menutup seluruh pintu dan jendela rumah. Namun, sirkulasi udara tetap perlu diperhatikan agar ruangan tidak menjadi pengap.

WHO menjelaskan bahwa ventilasi yang baik membantu memasukkan udara segar dari luar dan mengurangi penumpukan partikel infeksius di dalam ruangan.

Karena itu, bukalah jendela atau pintu ketika kondisi cuaca memungkinkan. Pastikan pula ruangan tidak terlalu lembap dan rutin membersihkan area yang sering digunakan bersama anggota keluarga.

Kebiasaan ini penting diterapkan, terutama bagi masyarakat yang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah atau bekerja di ruangan tertutup.

Menghadapi musim pancaroba tidak harus dilakukan dengan perubahan gaya hidup secara drastis. Kebiasaan sederhana seperti memperhatikan asupan makanan, mencukupi kebutuhan cairan, tidur teratur, dan menjaga kebersihan diri sudah menjadi langkah awal yang bermanfaat.

Konsistensi menjadi hal yang tidak kalah penting. Dengan membangun rutinitas sehat, tubuh diharapkan tetap bugar sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman meskipun cuaca sedang tidak menentu.



Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polisi Imbau Jakmania Tak Datang ke BIS Saat Dewa United Vs Persija
• 7 jam lalu
0
thumb
Perkuat Kedaulatan Data, Prabowo Bahas UU Satu Data Indonesia di Istana
• 5 jam lalu
0
thumb
KPK Periksa Ipar Mantan Kepala BNPB, Dalami Dugaan Konflik Kepentingan Pengadaan
• 15 jam lalu
0
thumb
Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya
• 13 jam lalu
0
thumb
Parade Surabaya Juang 2026 Angkat Kisah Soegiarto, Pemain Persebaya yang Gugur Melawan Sekutu
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.