Jakarta, VIVA - Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo) menggelar Energy Leadership & Business Conference (ELBC) 2026 di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, pada 30-31 Oktober 2026.
Mengusung tema Empowering Leaders, Enabling Zero Emission, konferensi ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat ketahanan energi nasional serta mendorong kolaborasi ekonomi yang berkelanjutan.
Ketua Umum Aspebindo, Anggawira menegaskan bahwa penguatan ketahanan energi merupakan bagian penting dalam mendukung agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kemandirian energi membutuhkan keterpaduan antara pembangunan infrastruktur, optimalisasi sumber daya domestik, penguatan industri nasional, serta keterlibatan dunia usaha.
"Kemandirian energi memerlukan infrastruktur yang terintegrasi, optimalisasi sumber daya domestik, dan industri yang berdaya saing. Indonesia memiliki potensi energi dan mineral yang sangat besar, tetapi potensi tersebut harus didukung kebijakan yang konsisten, investasi produktif, serta kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha agar mampu menciptakan nilai tambah dan memperkuat perekonomian nasional," ujar Anggawira, Jumat (30/10/2026).
Anggawira turut mengapresiasi langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi melalui pembangunan jaringan transmisi gas Cirebon-Semarang (CISEM) Tahap II, percepatan pemanfaatan biodiesel B50, serta hilirisasi sektor mineral dan energi. Ia menilai kebijakan tersebut perlu didukung kesiapan rantai pasok dan peningkatan kapasitas pemasok domestik.
"Selama 15 tahun, ASPEBINDO terus memperkuat perannya sebagai penghubung antara pemerintah, industri, investor, dan akademisi. Kami ingin memastikan bahwa kolaborasi yang dibangun tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi menghasilkan implementasi konkret melalui pengembangan investasi, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta penguatan rantai pasok nasional. Inilah komitmen kami untuk menghadirkan energi yang andal, industri yang kuat, dan Indonesia yang berdaulat," tegas Anggawira.
Sementara itu, Menteri Koperasi RI sekaligus Ketua Dewan Pengawas Aspebindo, Ferry Joko Juliantono, menyoroti pentingnya memperluas keterlibatan koperasi dalam kegiatan ekonomi strategis, termasuk sektor energi, mineral, dan pertambangan. Ferry menilai koperasi memiliki potensi menjadi instrumen pemerataan ekonomi sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam.






Komentar (0)