Tentara AS Dilatih Cara Menggali Kuburan Massal di Tengah Rencana Serangan Terbaru ke Iran

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

WASHINGTON -- Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) dilaporkan Newsweek, dilatih menggali kuburan massal untuk prajurit yang terbunuh dalam perang untuk mempersiapkan kemungkinan jatuhnya korban tewas dalam jumlah besar jika perang kembali pecah dalam masa mendatang. Latihan menggali kuburan massal ini menjadi yang pertama sejak pecahnya Perang Korea pada 19501953.

Laporan soal latihan menggali kuburan massal ini muncul di tengah kembali meningkatnya eskalasi konflik antara AS dan Iran, di mana jumlah korban jiwa akibat perang ini juga masih dipertanyakan hingga kini. Bulan lalu, The Washington Post melaporkan setidaknya 22 personel militer AS tewas, lebih empat orang dari jumlah yang dirilis oleh Pentagon.

Baca Juga
  • Media: Serangan ke Singapura Terkoordinasi
  • Usai RI Kurangi Pasokan Gas, Singapura Umumkan Arab Bakal Simpan Minyak Mentahnya di Jurong
  • Putra Netanyahu: Pemilu di Israel dicuri oleh Qatar, Turki, dan Negara Arab, Turki Langsung Jawab

The Washington Post mengatakan, beberapa kasus kematian tidak disebabkan langsung oleh perang Iran namun lantaran keterlibatan personel AS yang ditempatkan di Timur Tengah. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, membantah laporan The Washington Post.

Adapun laporan Newsweek pada Kamis (29/10/2026), mengungkap bahwa latihan menggali kuburan massal diberi nama Operasi Perjanjian Naga Fase II, yang dimulai pada bulan lalu dan digelar di Fort Bragg, Karolina Utara. Operasi itu melibatkan prajuirt dari Komando Korps Berkelanjutan ke-3 dan Brigade Sipil ke-20, bersama dengan personel pendukung keagamaan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menggunakan buldoser, ekskavator, dan alat berat lainnya, mereka berlatih membuat pemakaman sementara dan menangani jasad prajurit yang tewas terbunuh dalam perang skala-besar. Dalam sebuah pernyataan, Angkatan Darat AS mengatakan pihaknya tidak pernah melaksanakan latihan penggalian kuburan massal sejak Perang Korea, di mana saat itu 36.515 personel AS tewas atau hilang dan 7.245 lainnya ditangkap.

Selama perang Irak dan Afghanistan selama hampir 25 tahun terakhir, jasad dari personel Amerika yang tewas dalam tugas langsung segera dikirim kembali ke AS, tanpa perlu adanya penggalian makam yang luas. Latihan saat ini ditujukan untuk mempersiapkan militer menghadapi situasi di mana jumlah korban jiwa sangat banyak hingga rekan mereka tidak bisa menguburkan prajurit yang tewas secara terpisah atau melaksanakan prosesi keagaman terkait pemakaman.

Berdasarkan standar pengaturan Angkatan Darat AS, sebuah kompleks sementara pemakaman terdiri dari lima parit dengan luasan yang cukup untuk mengubur 100 jasad sekaligus. Selama latihan di Karolina Utara, para prajurit menggunakan alat-alat berat untuk mempersiapkan setiap plot pemakaman dalam target waktu pengerjaan 1 jam 15 menit.

Menurut Angkatan Darat AS, delapan buldoser dan empat eskavator bisa membantu pemakaman 2.400 prajurit dalam 24 jam. Latihan juga fokus dalam mempertahankan keutuhan jasad sehingga mereka bisa diidentifikasi dan akhirnya dikembalikan ke AS.

Sersan Satu Delbert Ruede dari Komando Korps Berkelanjutan ke-3 kepada Newsweek mengatakan, bahwa latihan itu membantu militer untuk mengasesmen bagaiama mengubur dan menghargai para prajurit yang tewas dalam perang. Ruede mengatakan, latihan itu ditujukan untuk mengganti sebuah respons yang diimprovisasi pada peristiwa perang dengan sebuah sistematis, pendekatan yang teruji di lapangan untuk menangani mereka yang tewas.

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menperin Sebut Investasi AS Rp500 Juta Dolar di Batam Bakal Perkuat Industri Baterai Nasional
• 20 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Tanggung Penuh BPJS PBI untuk Pengobatan Masyarakat Kurang Mampu
• 6 jam lalu
0
thumb
KPK Geledah Enam Perusahaan Terafiliasi PT Djarum
• 6 jam lalu
0
thumb
Kapolri-Mendes Perkuat Pemberantasan Narkoba hingga Tekan Gangguan Kantibmas di Desa
• 3 jam lalu
0
thumb
USABC Sebut Investasi Digital Indonesia Sangat Menjanjikan, AI Diproyeksikan Berkontribusi 366 Miliar Dolar AS pada 2030
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.