jpnn.com, JAKARTA - Kepala Riset Lembaga Survei KedaiKOPI Ashma Nur Afifah mengatakan sebanyak 81,5 persen pemuda Indonesia mengaku bangga menjadi warga negara Indonesia (WNI), meskipun 75,2 persen di antaranya menyatakan ingin bekerja di luar negeri.
Hal itu terungkap dalam survei yang dirilis oleh Lembaga Survei KedaiKOPI, di Jakarta, Jumat (30/10).
BACA JUGA: Hutama Karya Gaungkan Semangat Sumpah Pemuda di 4 Lokasi
"Tingkat kebanggaan tersebut menunjukkan identitas nasional masih memiliki tempat kuat di kalangan generasi muda," ujar Ashma Nur Afifah.
Dalam survei yang dipaparkan pada diskusi Menakar Arah Pemuda: Tantangan Ekonomi, Pekerjaan, dan Preferensi Politik Menuju 2029 itu, rata-rata tingkat kebanggaan responden terhadap identitas sebagai WNI mencapai 7,51 dari skala 10. Sebanyak 28,7 persen bahkan memberikan nilai tertinggi.
BACA JUGA: Semangat Sumpah Pemuda: Pertamina Foundation Melalui PFmuda Cetak Ratusan Young Leaders
"Jadi memang sebenarnya secara nasionalisme, identitas sebagai Indonesia, di kalangan pemuda itu masih baik. Mereka tidak malu dan cukup bangga punya identitas Indonesia itu sendiri," kata Ashma.
Survei tersebut juga menemukan 71,3 persen responden menganggap nilai-nilai Sumpah Pemuda, yakni satu tanah air, satu bangsa, dan bahasa persatuan, masih relevan untuk menghadapi tantangan kehidupan pada era digital.
BACA JUGA: KSAL Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di KRI Sriwijaya-100
Di sisi lain, keinginan bekerja di luar negeri terutama didorong pertimbangan ekonomi. Sebanyak 78,2 persen responden yang ingin bekerja di luar negeri menyebut peluang memperoleh penghasilan lebih tinggi sebagai alasan utama.
Temuan tersebut menunjukkan keinginan mencari pengalaman kerja di luar negeri tidak selalu berkaitan dengan keinginan meninggalkan Indonesia. Sebanyak 61,6 persen responden tercatat bangga menjadi WNI sekaligus ingin bekerja di luar negeri.
Ashma menjelaskan, keinginan bekerja di luar negeri perlu dibedakan dari keputusan untuk pindah dan menetap secara permanen. Sebanyak 77,8 persen responden yang ingin bekerja di luar negeri menyatakan berencana kembali dan menetap di Indonesia.
"Bekerja di luar negeri itu bukan berarti permanen. Mereka mungkin mencari modal dulu, kekayaan dulu, ilmu dulu, untuk nanti dibawa lagi ke Indonesia," ujar Ashma.
Oleh karena itu, KedaiKOPI mendorong pemerintah memperkuat kesempatan kerja dan pengembangan usaha agar pemuda memiliki alasan untuk kembali dan membangun karier di Tanah Air. Dukungan penyaluran kerja serta akses modal usaha bagi pekerja migran yang pulang juga dinilai dapat menjadi bagian dari upaya tersebut.
Survei dilakukan secara daring pada 23-29 September 2026 terhadap 1.213 WNI berusia 17-45 tahun dari 36 provinsi. Responden terdiri atas kelompok Gen Z berusia 17-29 tahun dan milenial berusia 30-45 tahun. Data dibobotkan menggunakan metode iterative proportional fitting berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan, agama, wilayah, dan provinsi.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean





Komentar (0)