Ikan Asin Disemprot Insektisida, Apa Risikonya Jika Dikonsumsi Anak?

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Beredar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria menyemprotkan insektisida ke ikan yang sedang dijemur. Dalam narasinya, disebutkan bahwa tindakan tersebut dilakukan oleh oknum penjual ikan asin untuk mengusir lalat.

Menanggapi video tersebut, Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan bahwa masih ada pelaku usaha dan nelayan yang belum memahami bahaya penggunaan pestisida untuk mengusir lalat.

"Karena kita tahu kandungannya itu kan banyak kimia-kimia yang berbahaya dan itu tidak hilang. Pada saat disemprot memang lalatnya terbang, tetapi setelah itu nanti ikan dimakan oleh rakyat kita, konsumen ini berbahaya," ujarnya di Jakarta, dikutip dari Antara pada Kamis (29/10).

Taruna pun menginstruksikan balai-balai POM di daerah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan meminta agar produk yang terpapar insektisida tidak diedarkan karena berisiko bagi kesehatan konsumen.

Apa Bahaya Ikan yang Terpapar Insektisida bagi Anak?

Menanggapi kasus tersebut, Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), menjelaskan bahwa insektisida mengandung pestisida yang dapat memberikan dampak terhadap kesehatan anak.

Menurutnya, paparan pestisida bisa menimbulkan efek akut maupun kronis, bergantung pada jumlah dan durasi paparan.

"Efek akut itu kalau misalnya paparnya dalam jumlah banyak. Itu biasanya langsung ke keracunan, menimbulkan masalah saluran cerna, kemudian menimbulkan masalah pada saraf dan berbagai organ tubuh," ucap dr. Reza kepada kumparanMOM, Rabu (28/10)

Sementara itu, paparan dalam jumlah lebih sedikit yang terjadi melalui ikan asin dikhawatirkan menimbulkan dampak jangka panjang, seperti risiko kanker, gangguan sistem saraf, hingga gangguan pada ginjal.

Bagaimana Jika Anak Telanjur Mengonsumsi Ikan Asin yang Terpapar Insektisida?

Jika anak telanjur mengonsumsi makanan yang diduga terpapar insektisida, orang tua perlu memperhatikan gejala yang muncul. dr. Reza menyebutkan, tanda keracunan akut antara lain pusing, mual, dan muntah. Dalam kondisi lebih berat, anak bahkan bisa mengalami kejang.

Jika muncul gejala tersebut, segera bawa anak ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Apakah Anak Boleh Mengonsumsi Ikan Asin?

Selain risiko paparan insektisida, konsumsi ikan asin juga perlu diperhatikan karena kandungan garam atau natriumnya yang tinggi. Menurut dr. Reza, konsumsi ikan asin dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker nasofaring. Asupan natrium berlebihan pun dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

"Jadi sebaiknya kita hindari kalau bisa dihindari, kalaupun mau dikonsumsi sangat jarang. Jarang sekali ya, masih tidak apa-apa. Tapi kalau bisa kita hindari juga," tegas dr. Reza.

Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan terlalu asin atau terlalu manis dapat memengaruhi preferensi rasa anak. Anak bisa cenderung lebih menyukai makanan dengan rasa yang kuat jika terbiasa mengonsumsinya.

Oleh karena itu, Moms sebaiknya membatasi makanan dengan kandungan garam dan gula berlebihan serta membiasakan anak mengonsumsi makanan dengan rasa yang lebih seimbang.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
2 Status Tersangka untuk Dedi Congor dari Polri dan KPK
• 13 jam lalu
0
thumb
Ivan Toney Bantah Tuduhan Penganiayaan dalam Sidang di London
• 6 jam lalu
0
thumb
Bahlil Ancam Tarik Konsesi Migas yang Mandek
• 7 jam lalu
0
thumb
Bursa RI Potensi Turun Kelas, OJK Bongkar Kejanggalan Ancaman MSCI
• 18 jam lalu
0
thumb
KPK dalami aset-aset yang diterima anggota DPRD Kota Bengkulu
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.