Sepang, VIVA - Kondisi Sirkuit Internasional Sepang menjadi sorotan menjelang gelaran MotoGP Malaysia akhir pekan ini. Sejumlah pembalap mengeluhkan kerusakan aspal yang cukup parah hingga serpihan permukaan lintasan beterbangan dan mengenai mereka saat menjalani sesi latihan bebas, Jumat (30/10/2026).
Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran tersendiri. Bukan hanya mengganggu kenyamanan saat memacu motor, kondisi aspal yang rusak juga berpotensi membahayakan keselamatan pembalap, terutama ketika mereka melaju dalam rombongan dengan kecepatan tinggi.
Keluhan paling keras datang dari pembalap Honda, Luca Marini. Ia menilai kondisi lintasan Sepang sudah jauh dari ideal karena kerusakan aspal ditemukan hampir di seluruh bagian sirkuit.
"Kondisinya sangat sulit dan aneh. Aspalnya benar-benar hancur, jadi kami hanya perlu mencari cara untuk bertahan dalam situasi ini," ujar Marini dikutip dari AutoSport.
Menurutnya, kerusakan yang sebelumnya terkonsentrasi di beberapa tikungan kini semakin meluas. Marini menyebut Tikungan 2 dan Tikungan 14 sudah bermasalah sejak musim lalu, tetapi kali ini hampir seluruh tikungan mengalami kondisi serupa.
Ia juga mengkhawatirkan serpihan aspal yang beterbangan saat balapan berlangsung. Terutama ketika para pembalap melakukan pengereman pertama setelah start, karena batu-batu kecil berpotensi menghantam pembalap yang berada di belakang.
"Pada awal balapan, saat pengereman pertama, akan ada banyak batu yang mengenai pembalap di belakang. Karena itu, lebih baik memulai balapan dari posisi depan," katanya.
Keluhan serupa disampaikan Fabio Di Giannantonio. Pembalap VR46 yang mengakhiri sesi latihan siang di posisi kelima itu bahkan menyamakan kondisi Sepang dengan lintasan motocross.
Dengan nada bercanda, Di Giannantonio mengatakan para pembalap seolah membutuhkan pelindung dada untuk mengantisipasi serpihan aspal yang beterbangan.
"Ini sekarang seperti trek motocross. Kami harus memakai pelindung dada karena banyak batu berhamburan dari aspal," ucapnya.
Di Giannantonio mengaku merasakan langsung dampak kerusakan tersebut ketika melakukan simulasi start di belakang pembalap lain. Sejumlah serpihan batu menghantam tubuhnya saat motor melaju di lintasan.
Menurutnya, situasi seperti ini jelas tidak ideal bagi para pembalap MotoGP. Mereka harus tetap memacu motor dalam kecepatan tinggi, sementara kondisi permukaan lintasan justru menambah risiko.






Komentar (0)