Kenapa Konser Andrea Bocelli di Indonesia Ditolak MUI? Ini Alasannya

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia ternyata menuai penolakan. Menjelang penampilannya di Magelang dan Jakarta, kedatangan pelantun lagu "Time to Say Goodbye" itu justru menjadi sorotan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Penolakan tersebut bukan berkaitan dengan karya musik maupun kemampuan Andrea Bocelli sebagai penyanyi tenor dunia. MUI mempermasalahkan rekam jejak sang musisi yang dinilai memiliki keterkaitan dengan sejumlah kegiatan pendukung Israel.

Andrea Bocelli dijadwalkan tampil di dua lokasi berbeda. Konser pertama akan digelar di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada Sabtu (31/10/2026), kemudian berlanjut ke Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (3/11/2026).

Kedua pertunjukan tersebut merupakan bagian dari Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia. Namun, rencana konser itu mendapat penolakan setelah MUI mengeluarkan surat pernyataan sikap bernomor Kep-111/DP-MUI/X/2026 pada 13 Oktober 2026.

Salah satu hal yang menjadi sorotan MUI adalah penampilan Andrea Bocelli dalam acara penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 2010. Organisasi tersebut menghimpun dukungan untuk tentara Israel melalui berbagai kegiatan penggalangan dana.

MUI juga menyoroti konser Andrea Bocelli di Tel Aviv, Israel, pada 2022. Kedua hal tersebut menjadi bagian dari rekam jejak yang dipersoalkan karena dinilai menunjukkan keterkaitan sang penyanyi dengan Israel.

Bagi MUI, persoalan ini bukan sekadar soal seorang musisi yang datang untuk menghibur penonton. Kehadiran Andrea Bocelli di Indonesia dinilai berpotensi melukai perasaan masyarakat Palestina dan masyarakat Indonesia yang mendukung perjuangan Palestina.

Penolakan serupa turut disuarakan Front Persaudaraan Islam (FPI). Ketua FPI, Habib Muhammad Alatas, menegaskan bahwa keberatan mereka bukan karena Andrea Bocelli menggelar konser musik, melainkan dugaan dukungannya terhadap militer Israel.

"Kami pahami bahwa penolakan kita bukan soal konser musik. Penolakan kita murni bahwa Bocelli ini fix memberikan bantuan ke IDF. Kalau bicara penolakan konser, banyak konser di Jakarta tidak kita usir. Tapi konser ini, unsur pembelaan dia terhadap Zionis itu menjadi sangat nyata," ujar Habib Muhammad Alatas, dilansir dari Tribunnews.com.

Sementara itu, MUI turut mengusulkan bentuk penolakan simbolik melalui pengibaran bendera Merah Putih dan Palestina setengah tiang. Usulan tersebut disampaikan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

"Bisa juga saya senang kalau seandainya mulai pada hari-hari ini atau mulai besok itu sudah mulai terpasang bendera setengah tiang, bendera RI maupun bendera Palestina. Di mana-mana dijejerkan, untuk menunjukkan kita berduka atas kehadiran Andrea Bocelli. Ini simbolik yang saya kira penting," kata Sudarnoto, dikutip dari Tribunnews.com.

 

Sudarnoto juga mendorong masyarakat menyampaikan keberatan melalui cara damai dan konstitusional. Beberapa langkah yang diusulkan antara lain mengirimkan pernyataan sikap kepada pemerintah, menyampaikan protes kepada manajemen atau promotor, hingga memasang baliho penolakan di lokasi strategis.

Tak hanya itu, MUI menyampaikan empat poin sikap terkait rencana konser tersebut. MUI menolak penyelenggaraan konser Andrea Bocelli dan mendorong pemerintah membatalkan seluruh agenda pertunjukannya di Indonesia.

MUI juga meminta pemerintah mengembangkan ekonomi kreatif yang tidak terafiliasi dengan Zionisme Israel. Selain itu, pihak Andrea Bocelli dan penyelenggara diajak untuk menghormati sikap yang telah disampaikan MUI.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Alcaraz atasi empat set point untuk melaju ke perempat final Wina
• 17 jam lalu
0
thumb
Kasus Ijazah SMA di PTUN: Gibran Siap Buka-bukaan, Denny Indrayana Cabut Gugatan
• 7 jam lalu
0
thumb
Kulit Sedang Iritasi, Hindari 3 Kesalahan Ini agar Tidak Makin Parah
• 9 jam lalu
0
thumb
Polri Jerat 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Legislator PDIP: Hukum Berat
• 15 jam lalu
0
thumb
Teddy Indra Wijaya Pimpin Daftar Pejabat Berkinerja Terbaik, Amran Sulaiman Menyusul
• 32 menit lalu
0
Berhasil disimpan.