Setahun Becak Listrik Bantuan Prabowo: Alhamdulillah, Anak Saya Sampai Lulus Sarjana

beritajatim.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pasuruan (beritajatim.com) – Kehadiran armada becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto membawa perubahan nyata dalam menunjang mobilitas dan kesejahteraan para pengayuh becak konvensional. Moda transportasi ramah lingkungan ini terbukti menjadi tulang punggung penopang ekonomi masyarakat kecil di Kabupaten Pasuruan.

Dampak positif penyerahan bantuan moda transportasi modern ini dirasakan langsung oleh Subandrio, warga Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Hampir genap setahun mengoperasikan becak bertenaga baterai tersebut, Subandrio mengaku beban fisik harian yang harus ditanggungnya jauh berkurang jika dibandingkan saat masih mengayuh becak pancal manual.

“Awalnya saya pakai becak pancal biasa. Jauh lebih enak dan ringan pakai becak listrik ini. Beban kerja jadi sangat berkurang dan sangat membantu aktivitas mencari nafkah sehari-hari,” kata Subandrio, Jumat (30/10/2026).

Subandrio memaparkan bahwa tingkat efisiensi operasional becak listrik ini sangat tinggi karena pengemudi tidak perlu merogoh kocek untuk membeli BBM. Untuk pengisian daya (charging), dirinya cukup memanfaatkan fasilitas colokan listrik di Balai RW setempat secara gratis.

Selain hemat biaya operasional, daya tahan komponen kendaraan tersebut tergolong tangguh dan minim perawatan berkala. Selama hampir setahun pemakaian intensif, perangkat baterai utama maupun ban kendaraan tercatat belum pernah mengalami kerusakan fatal atau kebocoran.

“Sangat hemat karena tidak ada pengeluaran biaya bensin. Untuk ngecas cukup menumpang di Balai RW. Alhamdulillah komponen baterainya awet belum pernah rusak dan bannya juga tidak pernah bocor,” ungkapnya.

Performa Tangguh dan Ringankan Beban Biaya Pendidikan

Dari aspek keselamatan, becak listrik ini dirancang dengan batas kecepatan maksimal sekitar 15 kilometer per jam. Pengisian daya baterai dari kondisi kosong hingga penuh hanya membutuhkan waktu berkisar antara satu hingga satu setengah jam dengan adaptor portabel.

Berkat nihilnya pengeluaran untuk bahan bakar minyak, pendapatan bersih harian dari hasil narik becak kini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan dapur serta membiayai pendidikan keluarga. Subandrio bersyukur, dari keringat mengemudikan becak listrik ini, ia mampu mengantarkan anak-anaknya menyelesaikan studi di perguruan tinggi.

“Alhamdulillah hasil narik becak listrik ini sangat membantu perekonomian keluarga, bahkan anak-anak bisa kuliah sampai lulus sarjana. Ini berkah luar biasa bagi kami sebagai warga kecil di Bangil,” pungkasnya. [ada/but]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wantimpres Matangkan Penyusunan Pertimbangan Perdana kepada Presiden
• 18 jam lalu
0
thumb
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, B50 Jadi Strategi Tekan Impor Solar
• 9 jam lalu
0
thumb
Trotoar Casablanca Tebet Rusak, Sempit, Minim Penerangan: Pejalan Kaki Harus Berbagi Ruang
• 2 jam lalu
0
thumb
Semangat Sumpah Pemuda: Pertamina Foundation Melalui PFmuda Cetak Ratusan Young Leaders
• 20 jam lalu
0
thumb
Kecelakaan Tunggal di Flyover Pesing, Pemotor Jatuh ke Bawah Jembatan
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.