Populasi Kendaraan Listrik di Indonesia Tembus Setengah Juta Unit

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Selang dua bulan, populasi kendaraan listrik di Indonesia dikatakan telah melampaui setengah juta unit. Ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Setia Diarta.

“Sampai Agustus 2026, populasi kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai 541.000 unit. Mencakup kendaraan roda dua, roda tiga, roda empat, kendaraan komersial, hingga kendaraan khusus,” ujar Setia di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (29/10).

Peningkatan paling terasa pada segmen roda empat, pertumbuhannya mencapai belasan persen. Awalnya tidak menyentuh satu persen atau hanya 0,99 persen pada 2022 silam, kini okupansinya telah melampaui 16,88 persen.

"Sudah terjadi pergeseran pasar dari kendaraan bermesin bakar internal (Internal Combustion Engine/ICE) menjadi kendaraan yang lebih ramah lingkungan berbasis baterai," imbuh Setia.

Dirinya berharap, penyerapan kendaraan listrik yang semakin besar, berbanding lurus dengan perkembangan ekosistem industri manufaktur nasional. Salah satu pendekatan yang dikejar adalah nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Target TKDN yang meningkat mencerminkan transisi dari tahap penarikan investasi dan pengembangan pasar menuju peningkatan penggunaan baterai modul lokal hingga produksi sel baterai di dalam negeri,” jelas Setia.

Sebelumnya, Deputi Bidang Infrastruktur Energi dan Telekomunikasi, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur Republik Indonesia, Ridha Yasser mengatakan pertumbuhan populasi kendaraan listrik di Tanah Air hampir dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Per Juni 2026, populasi kendaraan listrik nasional kita telah mencapai 490.000 (493.307) unit, hampir dua kali lipat dari angka tahun-tahun sebelumnya," buka Ridha saat pembukaan International Battery Summit (IBS) 2026 di Kemayoran, Jakarta (26/8/2026).

Selain populasi, Ridha memaparkan peta kekuatan produksi kendaraan listrik berbasis baterai di dalam negeri paling banyak dari roda dua dengan jumlah 2,5 juta unit per tahun. Kemudian roda empat sebanyak 410 ribu unit, dan bus sebanyak 7.500 unit per tahun.

"Di balik kapasitas tersebut, investasi sebesar Rp 30,5 triliun telah masuk ke dalam ekosistem kendaraan listrik kita. Ini adalah bukti bahwa pasar domestik yang selama ini kita bahas bukanlah hal baru dan pasar sudah mulai bergerak," terangnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menko PMK: Masa depan Indonesia ditentukan keberhasilan pemuda
• 19 jam lalu
0
thumb
Super League 2026/27: Head to Head PSM vs Madura United
• 7 menit lalu
0
thumb
Penuhi Janji Bonus untuk Para Atlet Peraih Medali Asian Games dan Para Games 2026, Presiden Serahkan Rp158,3 miliar
• 23 jam lalu
0
thumb
Momen Kepala BGN Sudaryono Berbahasa Jepang Bahas Inovasi MBG, Disambut Tepuk Tangan
• 6 jam lalu
0
thumb
Harga Jauh Lebih Murah, Head Unit Copotan Jadi Buruan
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.