Merangkai Cerita dari Karya UMKM Binaan Pertamina

kumparan.com
15 jam lalu
Cover Berita

Sebuah karya tak sekadar menjadi benda. Di balik selembar kain, perhiasan, pahatan kayu, atau produk fesyen, ada tangan yang bekerja, pengetahuan yang diwariskan, keberanian untuk mencoba, serta perjalanan panjang untuk membuat sebuah usaha terus bertahan dan berkembang.

INACRAFT menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan karya-karya tersebut dengan lebih banyak mata. Tahun ini, 10 UMKM binaan Pertamina hadir membawa produk yang lahir dari beragam daerah dan latar belakang. Ada songket khas Prabumulih dengan motif nanas, kerajinan Lombok, batik, sutra Samia, perhiasan berbahan limbah, hingga karya yang tumbuh dari semangat pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas.

Bukan hanya menampilkan produk. Masing-masing UMKM juga memiliki cerita tentang bagaimana sebuah usaha dimulai, tantangan yang pernah dihadapi, dan keputusan-keputusan kecil yang membawa mereka sampai ke titik hari ini. Ada yang berangkat dari keterampilan turun-temurun, ada yang menemukan peluang dari bahan yang sebelumnya dianggap tak bernilai, dan ada pula yang menjadikan usaha sebagai jalan untuk membuka kesempatan bagi orang-orang di sekitarnya.

Perjalanan tersebut juga menunjukkan bahwa mengembangkan UMKM bukan semata soal membuat produk secara masif. Ada proses untuk memperbaiki kualitas, membangun kapasitas produksi, memahami pasar, memperkuat pengelolaan usaha, hingga berani membawa karya lokal menembus pasar internasional.

Bagi para pelaku usaha, setiap perkembangan memiliki arti yang berbeda. Bagi sebagian, kesempatan menjangkau pasar baru menjadi pencapaian. Bagi yang lain, bertambahnya perajin yang terlibat atau semakin banyak perempuan yang memperoleh penghasilan dari rumah justru menjadi ukuran keberhasilan yang tak kalah penting.

Di balik keberagaman itu, ada satu benang merah: keinginan untuk terus tumbuh tanpa meninggalkan akar yang membentuk identitas mereka.

Melalui pembinaan dan berbagai kesempatan pengembangan usaha, Pertamina menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Namun, pada akhirnya, setiap UMKM tetap memiliki cerita dan jalannya sendiri dalam mengembangkan karya, menghadapi tantangan, serta menentukan sejauh mana usaha itu ingin dibawa.

Sepuluh UMKM, sepuluh perjalanan, dan puluhan kisah yang melekat pada setiap karya. INACRAFT menjadi satu titik temu untuk melihat bagaimana karya-karya tersebut tumbuh dari tangan para pelaku usaha yang membawa cerita daerahnya masing-masing ke ruang yang lebih luas.

Sebab, ketika sebuah karya berpindah dari tangan pembuatnya kepada orang lain, yang ikut berpindah bukan hanya sebuah produk. Ada cerita, identitas, dan harapan yang ikut dibawa bersamanya. Inilah cerita mereka:


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BYD Seal 07 Sudah Mejeng di Diler, Tenaganya 402 HP
• 2 jam lalu
0
thumb
PKS Tindaklanjuti Hasil Komunikasi dengan Hasto PDIP soal Ijazah Gibran
• 17 jam lalu
0
thumb
MA Kabulkan Gugatan Suket Pendidikan, Gibran tak Lulus SMA?
• 13 jam lalu
0
thumb
Suahasil Otak-atik APBN Imbas Belanja Naik, Sudah Habiskan Rp 60 T untuk Bencana Sumatera-Karhutla
• 10 jam lalu
0
thumb
Berkali-kali Konser di Indonesia, Ini Perjalanan LANY dari We The Fest hingga SOFT World Tour
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.