Memutus Kutukan Kemarau, Listrik Pertamina Menghidupkan Sawah di Desa Jatimunggul Indramayu

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Indramayu, tvOnenews.com - Bagi petani Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, kemarau bukan sekadar pergantian musim. Ketika hujan berhenti, sumber air mengering, sawah tak lagi terairi, dan harapan untuk memanen padi harus tertunda hingga musim hujan tiba.

Kini, persoalan tersebut mulai menemukan jalan keluar. Kehadiran instalasi gardu listrik dari Pertamina EP Zona 7 memungkinkan pompa irigasi bantuan Kementerian Pertanian yang sebelumnya terkendala pasokan listrik mulai dioperasikan untuk mengairi sawah.

Sejak gardu tersebut difungsikan pada Juni 2026, petani memiliki alternatif pengairan dengan biaya lebih terjangkau. Ketersediaan listrik tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga membuka peluang bagi lahan tadah hujan untuk kembali ditanami pada musim kemarau.

Kepala Desa Jatimunggul, Roup, menjelaskan bahwa wilayahnya memiliki sekitar 427 hektare sawah yang seluruhnya merupakan lahan tadah hujan. Kondisi ini membuat aktivitas pertanian sangat bergantung pada curah hujan dan ketersediaan sumber air.

Selama ini, hanya sekitar 10 persen lahan yang dapat ditanami padi dua kali dalam setahun. Sawah yang berdekatan dengan sungai masih berpeluang mendapatkan pasokan air, sedangkan lahan yang jauh dari sumber air kerap kesulitan ketika kemarau tiba.

"Yang bisa dua kali tanam cuma sepuluh persen," ujar Roup.

Jarak persawahan dengan Sungai Cipanas yang mencapai sekitar dua kilometer menjadi salah satu kendala utama. Tanpa infrastruktur pengairan memadai, sebagian besar sawah sulit mendapatkan air ketika hujan tidak lagi turun.

Akibatnya, sekitar 90 persen lahan pertanian di desa tersebut kesulitan ditanami selama musim kemarau. Kondisi ini turut memengaruhi kehidupan sekitar 500 petani yang terpaksa mencari pekerjaan serabutan ketika sawah tidak dapat diandalkan sebagai sumber penghasilan.

Sebenarnya, bantuan pompa irigasi dari Kementerian Pertanian melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu telah disalurkan sepanjang 2025 hingga 2026. Namun, bantuan tersebut belum sepenuhnya mengatasi persoalan karena terbatasnya akses jaringan listrik di area persawahan.

Pengoperasian pompa menggunakan mesin diesel berbahan bakar solar membutuhkan biaya cukup besar. Petani harus mengeluarkan sekitar Rp4,3 juta untuk pengairan setiap musim tanam. Biaya tersebut menjadi beban tersendiri karena berpotensi mengurangi keuntungan hasil panen.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemkot Jaksel bagikan alat bantu fisik kepada penderita stroke
• 22 jam lalu
0
thumb
Prabowo Apresiasi Perjuangan Atlet di Asian Games, Dorong Pembinaan Olahraga Sejak Dini
• 7 jam lalu
0
thumb
Solusi Tanpa NFC: Ini Panduan Lengkap Top Up E-Money Mandiri via GoPay
• 22 jam lalu
0
thumb
Viral Atlet Silat Kejang Usai Dibanting di Porprov Jateng, Mengapa Penanganan Medis Jadi Sorotan?
• 10 jam lalu
0
thumb
Terungkap Profesi Dwi Bagus, Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.