Ayah Atlet Selam Syabilla Beberkan Kronologi Kematian Sang Putri di Porprov Jateng

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Ayahanda mendiang atlet selam Syabilla Rizkia Putri Raharja, Ajar Tri Raharjo, membeberkan kronologi tragis sebelum putrinya meninggal dunia dalam ajang open water finswimming Porprov Jawa Tengah di Pantai Awanncosta, Semarang. Dalam wawancara langsung bersama Metro TV, Ajar menyoroti lambannya tindakan penyelamatan panitia di laut hingga kacaunya penanganan medis darurat di darat.

Ajar menegaskan bahwa putrinya dalam kondisi sangat sehat dan bugar sebelum pertandingan dimulai. Ia bahkan sempat merekam video Syabilla yang sedang memeriksa lokasi perlombaan pada pagi hari tanpa mengeluhkan sakit apa pun.

"Ketika saya datang pertama, anak saya itu masih dalam keadaan bugar, segar, dan sehat. Sabtu pagi ketemu saya di lokasi ngobrol dengan baik, tidak ada masalah sama sekali," ujar Ajar dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat, 30 Oktober 2026.

Saat perlombaan dimulai, Syabilla sempat memimpin di barisan depan. Namun, situasi kritis mulai terlihat memasuki putaran kedua. Ajar yang memantau dari kejauhan melihat gaya renang putrinya mulai tidak stabil (oleng) dan berulang kali membetulkan posisi alat pernapasan (snorkel), hingga akhirnya melambaikan tangan sebagai sinyal meminta bantuan.

"Putaran kedua anak saya mengangkat tangan, itu saya lihat sendiri. Memang ada satu perahu mendekat, tapi kenapa tidak diangkat atau dikawal? Kalau anak saya sudah angkat tangan, itu pertanda ada sesuatu dan butuh pertolongan. Harusnya panitia responsif. Ini yang sangat saya sesalkan," tegasnya.

Memasuki putaran ketiga, pengawasan terhadap Syabilla justru terputus. Ajar melihat perahu pemantau beralih ke area garis finis untuk menyambut perenang lain, sehingga atlet yang tertinggal di belakang luput dari pantauan hingga Syabilla akhirnya tenggelam dan tak sadarkan diri.
 

Baca Juga :

Atlet Selam Asal Jepara Meninggal saat Bertanding di Porprov XVII Jateng


Kritik juga dilayangkan Ajar terhadap penanganan pertolongan pertama saat Syabilla berhasil dievakuasi ke posko pantai. Ia menilai peralatan medis darurat yang disediakan panitia tidak siap pakai dan petugas tampak panik.

"Ketika oksigen dipasang, alatnya mengalami kendala (trouble). Ganti tabung, trouble lagi, sampai akhirnya pakai pompa manual yang saya ikut bantu memencetnya. Di situ penanganan pertama tidak ada upaya yang saya baru tahu belakangan, harusnya air dikeluarkan dulu atau dilakukan tindakan RJP (resusitasi jantung paru)," ungkap Ajar.

Setibanya di rumah sakit, dokter mengabarkan bahwa detak jantung Syabilla sudah tidak terdeteksi. Tim medis sempat berupaya memompa jantung dan memberikan suntikan darurat berulang kali, tetapi nyawa atlet peraih dua medali emas nomor kolam tersebut tetap tidak tertolong.

Meski telah mengikhlaskan kepergian putrinya sebagai takdir, Ajar menolak keras anggapan bahwa Syabilla meninggal semata-mata karena kelelahan biasa saat berenang. Ia mendesak kepolisian mengusut tuntas peristiwa ini secara transparan demi perbaikan standar keselamatan atlet nasional di masa mendatang.

"Anak saya itu atlet terlatih yang biasa berenang ribuan meter di laut. Jangan dibilang hanya kelelahan lalu tenggelam, anak saya jelas-jelas sudah meminta pertolongan tapi pengawalannya diabaikan. Saya mohon kepada pihak kepolisian untuk menyelidiki fakta-fakta ini secara transparan agar menjadi evaluasi dan tidak ada lagi peristiwa serupa di kemudian hari," pungkas Ajar.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Konsumsi Narkoba, Anggota Polres Pelalawan Brigpol May Elbert Dipecat
• 4 jam lalu
0
thumb
Disinggung Pramono, Dedi Mulyadi Pastikan Halte Transjabodetabek di Bekasi Rampung Akhir November 2026
• 15 jam lalu
0
thumb
Prabowo Sebut Olahraga Kehormatan Bangsa, Dorong Indonesia Jadi Bangsa Pemenang
• 18 jam lalu
0
thumb
Diduga Terpapar Uap Kimia Pabrik, 40 Warga Karawang Jadi Korban Keracunan Gas | BERUT
• 22 jam lalu
0
thumb
BRI Super League: Yann Mabella Makin Pede di Persebaya, Siap Bantu Bajul Ijo Tundukkan Persijap
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.