Pramono Minta Bina Marga Tindak Lanjuti soal Jalan Pemuda Rawamangun Bergelombang-Minim Penerangan

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kondisi Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, dikeluhkan pengendara karena minim penerangan dan permukaan jalan yang bergelombang.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons keluhan tersebut. Ia mengatakan akan meminta Dinas Bina Marga DKI Jakarta menindaklanjuti kondisi jalan dan penerangan di kawasan Jalan Pemuda.

“Yang berkaitan dengan Jalan Pemuda nanti saya minta Bina Marga untuk menindaklanjuti, ya, termasuk penerangan,” kata Pramono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (30/10).

Keluhan itu mencakup ruas Jalan Pemuda hingga arah Pramuka, mulai dari kawasan LRT Velodrome, Rawamangun. Sejumlah bagian jalan disebut memiliki perbedaan ketinggian dan mengalami kerusakan.

Ijoel (30), warga Jakarta, mengatakan kondisi jalan yang gelap sudah berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan hampir satu tahun sejak proyek LRT berjalan. Menurut dia, sebelum proyek tersebut dimulai, lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan itu masih menyala.

“Yang gelap itu sebenarnya semenjak ada proyek LRT. Jalan Pemuda sampai ke arah Pramuka, dari LRT Velodrome sampai ke Rawamangun terus mengarah ke Pramuka, di situ gelap selama ada proyek LRT,” kata Ijoel kepada kumparan, Jumat (30/10).

Ia juga menyoroti kondisi permukaan jalan di sepanjang area proyek. Menurutnya, terdapat sejumlah titik dengan ketinggian jalan yang tidak rata serta bagian jalan yang rusak.

"Selain gelap, jalan yang di bawah sepanjang proyek itu ada beberapa yang beda tinggi karena dampak dari proyeknya, dan ada juga yang jadi rusak. Sampai saat ini di lapangan masih ada jalan yang seperti itu,” jelasnya.

Ijoel menilai kondisi jalan yang gelap dan tidak rata perlu segera ditangani karena Jalan Pemuda merupakan jalur utama dengan lalu lintas padat, terutama pada jam pulang kerja.

Ia juga menyebut pernah mendengar sejumlah kejadian kriminal dan kecelakaan di sekitar Rawamangun. Di antaranya, kejadian begal di kawasan Rawamangun dan penjambretan di sekitar Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

"Lalu, sudah ada beberapa kali kejadian orang terkena begal di sekitaran Rawamangun, terkena jambret di sekitaran UNJ, dan ada kecelakaan tunggal. Efek dari jalan yang kurang bagus dan gelap, jadi orang beroleng lah istilahnya,” ujar Ijoel.

Meski demikian, Ijoel mengatakan kawasan Rawamangun tetap menjadi area dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi. Keberadaan kampus, perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas olahraga membuat Jalan Pemuda ramai dilalui kendaraan.

"Jadi di situ memang area yang aktif, fasilitas publiknya aktif, dan itu jalur utama. Jalan Pemuda itu jalur utama yang padat lalu lintasnya, apalagi pas jam pulang kerja," kata dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Merapat ke Istana, Bahlil Sebut Tidak Bahas Pertemuan Prabowo-Menlu Singapura
• 22 jam lalu
0
thumb
Inter dan AC Milan perkenalkan stadion baru Generali Stadium
• 12 jam lalu
0
thumb
Begini Awal Mula Korban DH Mengenal Tersangka Budi dalam Kasus Pembunuhan di Madiun
• 3 jam lalu
0
thumb
BSU 2026 Cair Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gajinya
• 7 jam lalu
0
thumb
Ukraina Jeda Serangan ke Kilang Minyak Rusia Menyusul Tekanan AS
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.