Surabaya, tvOnenews.com – Gerakan Lingkungan Lestari mendorong agar pengembangan energi panas bumi (geotermal) di Jawa Timur tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi energi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dorongan tersebut disampaikan Ketua Gerakan Lingkungan Lestari, Suwarno, dalam deklarasi dan pernyataan sikap di Surabaya, Jumat (30/10).
Menurut Suwarno, pengembangan panas bumi memiliki peluang untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, manfaat proyek tersebut perlu dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah pengembangan.
"Kami ingin investasi panas bumi tidak hanya berorientasi pada produksi energi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya melalui pemberdayaan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal," tegasnya.
Ia mengatakan, pemanfaatan panas bumi dapat menjadi salah satu upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil. Sumber energi terbarukan tersebut juga dinilai mampu mendukung pasokan listrik secara berkelanjutan karena tidak bergantung pada kondisi cuaca.
"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung pemanfaatan panas bumi sebagai energi asli milik bangsa demi mewujudkan kemandirian energi dan melepaskan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil," ujar Suwarno.
Selain penyerapan tenaga kerja, pengembangan proyek geotermal diharapkan dapat mendorong pembangunan infrastruktur daerah serta membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
Dalam pernyataan sikapnya, Gerakan Lingkungan Lestari turut mendukung langkah pemerintah mempercepat pengembangan dan hilirisasi potensi panas bumi nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat transisi energi, mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil impor, serta menekan emisi karbon.
Gerakan Lingkungan Lestari juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pengembang proyek, organisasi masyarakat, hingga warga di sekitar wilayah pengembangan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memastikan pemanfaatan energi panas bumi berjalan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (gol)





Komentar (0)