Fenomena “Anak Liar” Muncul Kembali? Sejumlah Balita Berlarian Tanpa Busana di Kompleks Perumahan Shanghai, Tetangga Melapor ke Polisi

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

Baru-baru ini, empat anak kecil di sebuah kompleks perumahan di Distrik Minhang, Shanghai, dilaporkan berulang kali berlarian tanpa busana di area umum. Setelah seorang tetangga melapor ke polisi, ibu mereka mengatakan bahwa dirinya “tidak bisa mengendalikan” anak-anak tersebut. Peristiwa ini memicu perdebatan luas di internet. Sejumlah warganet teringat pada kasus “anak liar” di Yunnan yang menghebohkan dunia maya tahun lalu dan menyerukan agar pihak berwenang melakukan penyelidikan.

EtIndonesia.com Seorang warganet mengungkapkan bahwa beberapa anak kecil dari keluarga penyewa di sebuah kompleks perumahan di Distrik Minhang, Shanghai, hampir setiap hari berlarian tanpa busana di dalam kompleks maupun di lorong gedung. Pada 28 Oktober, topik tersebut menjadi salah satu topik populer di Weibo.

Menurut laporan media Tiongkok daratan, seorang penghuni kompleks bermarga Liu telah melapor kepada polisi. Petugas beberapa kali mendatangi tempat tinggal keluarga tersebut untuk memberikan teguran dan imbauan. Dalam satu hari, polisi bahkan datang hingga tiga kali. Namun, ibu anak-anak itu mengatakan bahwa ia tidak mampu mengendalikan mereka.

Liu menjelaskan bahwa keluarga tersebut baru pindah ke kompleks itu pada pekan sebelumnya dan tinggal di lantai satu. Keluarga itu terdiri atas dua orang dewasa dan empat anak: tiga laki-laki dan satu perempuan. Anak tertua berusia sekitar lima atau enam tahun, sedangkan tiga anak lainnya masih lebih kecil.

Liu mengatakan, “Hampir setiap hari mereka keluar tanpa mengenakan pakaian. Pada hari keluarga itu pindah, seseorang sudah mengunggah video terkait ke grup obrolan penghuni kompleks.”

Ia sendiri baru melihat kejadian tersebut secara langsung pada hari Minggu. Setelah menyaksikannya, ia segera melapor kepada polisi.

Liu juga mengungkapkan bahwa keluarga tersebut tidak menyewa tempat tinggal secara mandiri, melainkan berbagi tempat dengan penyewa lain. Apartemen seluas 90 meter persegi itu dibagi menjadi tiga atau empat kamar, dan keluarga tersebut menyewa salah satunya.

Polisi menanggapi kasus tersebut dengan menyatakan bahwa setelah dilakukan upaya koordinasi, “keluarga penyewa itu sudah pindah.”

Sejumlah warganet menyampaikan komentar, antara lain: “Apakah benar-benar tidak bisa mengendalikan anak-anak, tidak mau mengurus mereka, atau sengaja membiarkan mereka begitu? Menurut saya, hal ini harus diselidiki dengan saksama!”

“Saya memeriksa cuaca Shanghai belakangan ini, suhunya hanya sekitar 20 derajat Celsius. Anak-anak yang telanjang seharusnya merasa kedinginan, bukan? Bagaimana mungkin orang tua yang normal tidak khawatir anak-anaknya kedinginan atau terkena flu?”

“Keluarga yang normal akan membiarkan anak-anak keluar tanpa pakaian begitu saja? Apalagi salah satunya perempuan. Ini sangat tidak biasa. Perilakunya mirip dengan anak yang merangkak di tanah dalam kasus Yunnan. Saya menyarankan agar kasus ini diselidiki dengan baik untuk memastikan apakah anak-anak tersebut benar-benar anggota keluarga itu.”

“Jadi, setelah semua ini, mereka hanya pindah begitu saja? Bukankah itu mencurigakan?”

Kasus “anak liar” di Yunnan yang menghebohkan internet

Pada 16 Oktober 2025, seorang warganet merekam seorang anak laki-laki berusia tiga tahun di sebuah area istirahat jalan tol Yaxi, Provinsi Sichuan. Anak itu terlihat telanjang, berambut acak-acakan, tubuhnya kotor, merangkak dengan keempat anggota tubuhnya, dan memungut makanan dengan mulut. Gerakannya menyerupai anjing dan ia dilaporkan tidak mampu berbicara.

Kasus yang kemudian dikenal sebagai fenomena “anak liar” itu menarik perhatian luas dan memicu perdebatan di internet.

Setelah kejadian tersebut, sejumlah warganet kembali mengungkapkan bahwa anak laki-laki itu sebenarnya sudah pernah direkam sejak 2023. Ada pula klaim yang menyebutkan bahwa mereka pernah menemukan lokasi yang diduga sebagai tempat pelatihan. Hal ini memunculkan kecurigaan warganet mengenai kemungkinan adanya jaringan kriminal yang mencari keuntungan serta dugaan eksperimen yang tidak manusiawi.

Warganet berulang kali mendesak pihak berwenang untuk turun tangan, menyelamatkan anak tersebut sesegera mungkin, serta menyelidiki dan memberikan sanksi kepada orang tuanya jika terbukti melakukan pelanggaran.

Namun, menurut laporan tersebut, otoritas Yunnan tidak memberikan tanggapan selama waktu yang cukup lama. Unggahan terkait kasus itu juga dilaporkan dihapus dan akun-akun yang membahasnya diblokir.

Hingga kini, keadaan sebenarnya yang dialami anak dalam kasus “anak liar” tersebut masih belum terungkap secara jelas.

Li Li/Lin Qing.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Manchester United Incar Dominic Calvert-Lewin Dari Leeds
• 3 jam lalu
0
thumb
Silmy Karim Melawan Usai Didakwa Terlibat Pemerasan WNA Rp 168 M
• 20 jam lalu
0
thumb
Chandra Asri Cetak Penjualan USD8,2 Miliar hingga September 2026
• 33 menit lalu
0
thumb
Polisi Imbau Jakmania Tak Datang ke BIS Saat Dewa United Vs Persija
• 2 jam lalu
0
thumb
Kapolri Ungkap Ada Keterlibatan Pihak Asing Dalam Kasus Karhutla
• 33 menit lalu
0
Berhasil disimpan.