Dugaan Kecurangan dalam Pemilu Israel Mencuat, Kubu Netanyahu Desak Penyelidikan

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Kontroversi dugaan kecurangan mendadak mencuat dalam pemilu Israel. Pada Rabu (28 Oktober), ketika proses penghitungan suara hampir selesai, Partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menuduh sejumlah partai Arab terlibat dalam kecurangan berskala besar. Likud mendesak polisi segera melakukan penyelidikan.

Menurut laporan The Jerusalem Post, Partai Likud menyatakan memiliki ratusan kesaksian dan bukti yang akan diserahkan kepada polisi, Badan Keamanan Israel (Shin Bet), serta Komisi Pemilihan Umum Pusat.

Apa sebenarnya yang terjadi? Menurut keterangan Partai Likud, terdapat pihak-pihak yang memasukkan uang tunai bersama surat suara untuk mendukung Partai Ra’am ke dalam amplop yang sama. Selain itu, ada dugaan intimidasi terhadap pemilih, beberapa orang memasuki bilik suara secara bersamaan, serta praktik pemungutan suara berulang.

Partai Likud menilai tindakan-tindakan tersebut telah memengaruhi keadilan pemilu dan mendesak aparat penegak hukum segera menyelidikinya.

Komisi Pemilihan Umum Pusat telah menerima pengaduan dan sedang melakukan pemeriksaan.

Namun, Wali Kota Rahat membantah adanya kecurangan di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa warga memberikan suara sesuai dengan hukum. Menurutnya, warga tidak bisa dituduh mencuri kemenangan pemilu hanya karena mereka datang untuk menggunakan hak pilihnya.

Lalu, bagaimana perkembangan penghitungan suara saat ini?

Menurut laporan CNN, hingga pukul 17.45 waktu Yerusalem, lebih dari 85% suara telah dihitung.

Berdasarkan proyeksi pada saat itu, blok sayap kanan yang dipimpin Netanyahu diperkirakan memperoleh 53 kursi, masih kurang 8 kursi untuk mencapai mayoritas di parlemen.

Partai Likud sendiri diperkirakan meraih 26 kursi dan tetap menjadi partai terbesar di blok sayap kanan.

Sementara itu, blok oposisi diperkirakan memperoleh 48 kursi, sedangkan dua partai Arab secara keseluruhan diperkirakan meraih 19 kursi.

Namun, hasil tersebut belum final.

Saat ini masih terdapat sekitar 430.000 hingga 480.000 surat suara khusus yang belum selesai dihitung. Surat suara ini terutama berasal dari anggota militer, diplomat, pasien yang dirawat di rumah sakit, serta orang-orang lain yang tidak dapat memberikan suara di tempat pemungutan suara asal mereka.

Surat suara tersebut harus melalui pemeriksaan identitas terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada pemungutan suara ganda sebelum dapat dimasukkan ke dalam penghitungan akhir.

Hasil akhir pembagian kursi diperkirakan baru akan diketahui paling cepat pada Kamis, 29 Oktober.

Namun, sekalipun seluruh suara telah dihitung, pemerintahan baru belum tentu dapat segera dibentuk. Partai-partai masih harus melakukan negosiasi untuk memastikan mereka dapat mengumpulkan cukup kursi guna mencapai mayoritas parlemen dan membentuk pemerintahan koalisi.

Adapun apakah tuduhan kecurangan kali ini akan mempengaruhi hasil pemilu, hal itu masih bergantung pada hasil penyelidikan.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kulit Sedang Iritasi, Hindari 3 Kesalahan Ini agar Tidak Makin Parah
• 2 jam lalu
0
thumb
BPK beri sejumlah rekomendasi untuk dorong optimalisasi sektor minerba
• 2 jam lalu
0
thumb
Patrick Stewart Pemeran Tokoh Ikonik Kapten Jean-Luc Picard di Star Trek Meninggal Dunia
• 8 jam lalu
0
thumb
Hadapi Ancaman Siber, BSSN Bangun Kolaborasi Asean-Jepang
• 18 jam lalu
0
thumb
Pemeran Profesor X, Patrick Stewart, Meninggal Dunia
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.