Koperasi Merah Putih di Banyumas Mulai Kumpulkan Minyak Jelantah untuk Bioavtur

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

BANYUMAS — Empat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mulai mengembangkan usaha pengumpulan minyak jelantah untuk memasok bahan baku produksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF) oleh PT Pertamina (Persero). Pemerintah terus mendorong sinergi ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan energi terbarukan di berbagai daerah.

Program tersebut ditandai dengan peluncuran proyek percontohan pengumpulan minyak jelantah pada Kamis (29/10/2025). Inisiatif ini merupakan wujud nyata hasil kerja sama antara Kementerian Koperasi dan PT Pertamina (Persero).

Baca Juga
  • GTC Perkuat Solusi Teknologi untuk Efisiensi Operasional Rumah Sakit
  • TelkomGroup dan PLN Jajaki Pengembangan Pusat Data AI Nasional
  • Belajar Memimpin dari Kulit Nanas

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan proyek percontohan tersebut diharapkan menjadi model usaha yang dapat diterapkan secara masif oleh KDKMP di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah optimis langkah ini mampu mendongkrak perekonomian masyarakat pedesaan.

“Ini bisa menjadi model yang bisa digunakan di seluruh KDKMP di seluruh Indonesia. Minyak jelantah yang dikumpulkan selanjutnya dijual ke PT Pertamina Patra Niaga, untuk diproses di kilang menjadi bahan bakar avtur yang akan dijual kepada aviasi. Bahkan tidak tertutup kemungkinan kita bisa mengekspor avtur ini yang berbahan baku dari minyak jelantah,” ujar Ferry.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut Ferry, skema bisnis tersebut dirancang untuk memberikan keuntungan finansial bagi koperasi dan para anggotanya. Selain itu, program ini juga membuka peluang usaha produktif berbasis ekonomi hijau di tingkat desa.

Pengumpulan minyak jelantah juga diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga yang selama ini kerap dibuang sembarangan. Untuk mendukung pelaksanaannya, ekosistem pengumpulan akan melibatkan rumah tangga, warung makan, restoran, industri kecil, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Minyak jelantah yang selama ini tidak pernah terpakai dan mereka buang, sekarang bisa dijual kepada kami melalui KDKMP dan selanjutnya dimanfaatkan dan diproses oleh PT Pertamina Patra Niaga,” tutur Ferry.

 

 

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dr. Tifa Bakal Laporkan Jaksa ke Kejagung dan Komisi Kejaksaan, Ini Alasannya
• 40 menit lalu
0
thumb
Jogja Aman dan Kondusif, Kapolda DIY Apresiasi Masyarakat yang Jaga Situasi Tetap Damai
• 2 jam lalu
0
thumb
RI dorong kerja sama ASEAN-Jepang hadapi ancaman siber lintas batas
• 18 jam lalu
0
thumb
Asrama Gowani: Cagar Budaya Kolonial 150 Tahun yang Terabaikan
• 5 menit lalu
0
thumb
JPU Soroti Inkonsistensi Keterangan Richard Lee Soal Keaslian Barang Bukti di Sidang
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.