Portal SatuBeasiswa Jadi Rujukan Bagi Pemberi dan Pencari Beasiswa

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Akses masyarakat terhadap informasi beasiswa terus diperluas. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengembangkan portal SatuBeasiswa yang mempertemukan lembaga pemberi beasiswa dan masyarakat pencari beasiswa dalam satu platform.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengatakan, melalui portal tersebut, lembaga pemberi beasiswa dapat mengunggah informasi secara gratis setelah melalui proses verifikasi. Sementara itu, masyarakat dapat mencari berbagai peluang beasiswa sesuai kebutuhan.

“Pendekatan ini diharapkan memperluas akses terhadap informasi beasiswa, sekaligus menjangkau calon penerima yang sesuai dengan kriteria program,” kata Stella, seperti dikutip dari siaran pers Kemendiktisaintek, Jumat (30/10/2026).

Baca JugaBantuan Biaya Kuliah, dari Beasiswa hingga Pinjaman Cicilan
Baca JugaPlatform SatuBeasiswa Hubungkan Pencari dan Pemberi Beasiswa Kuliah di Indonesia

Stella mengatakan, melalui portal SatuBeasiswa, Kemendiktisaintek ingin menunjukkan secara transparan bahwa peluang melanjutkan pendidikan melalui beasiswa terbuka bagi masyarakat. “Jangan sampai putus harapan,” ujarnya.

Hingga kini, portal satubeasiswa.kemdiktisaintek.go.id memuat informasi dari 90 lembaga pemberi beasiswa, baik pemerintah maupun swasta. Sebagian program masih membuka pendaftaran, sementara lainnya telah ditutup. Informasi mengenai lembaga penyelenggara, persyaratan, dan jadwal pendaftaran terus diperbarui.

Nilai beasiswa yang tercatat dari pemerintah mencapai Rp 16,38 triliun, sedangkan dari pihak swasta sekitar Rp 10,14 miliar. Jumlah penerima manfaat mencapai 853.469 orang.

Salah satu program yang tercantum adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka, dengan pendaftaran hingga 31 Oktober 2026. Beasiswa dari Kemendiktisaintek ini mencakup bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki potensi akademik baik, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Direktur Utama Muhammadiyah Scholarship Agency (MSA) Muhammad Taufiqurrachman menyambut baik pengembangan portal SatuBeasiswa oleh Kemendiktisaintek. Platform tersebut memudahkan lembaga pemberi beasiswa memublikasikan program sekaligus membantu masyarakat mengakses berbagai peluang beasiswa.

Menyiapkan talenta

Dalam Global Scholarship Summit 2026 bertema ”Co-Creating Indonesia’s Future-Ready Talent Ecosystem”, Stella menjelaskan dua tujuan utama pemberian beasiswa, yakni memperluas akses pendidikan demi keadilan sosial dan mendukung pencapaian prioritas tertentu. Karena itu, setiap program beasiswa perlu dirancang dengan tujuan yang jelas agar dapat memperluas kesempatan belajar sekaligus menyiapkan talenta sesuai kebutuhan pembangunan.

“Keadilan sosial berarti semuanya harus mendapatkan akses, semuanya bisa mengakses,” kata Stella.

Stella mencontohkan program KIP Kuliah berorientasi pada perluasan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Salah satu upaya yang dilakukan Kemendiktisaintek adalah menyesuaikan mekanisme penyaluran KIP Kuliah agar lebih banyak calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu, dapat memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi.

Ekosistem beasiswa

Lebih lanjut, Stella mengatakan pengembangan ekosistem beasiswa tidak cukup berhenti pada penyediaan pembiayaan, tetapi perlu menghubungkan akses informasi, pendidikan, pengembangan kompetensi, hingga kesiapan memasuki dunia kerja. Karena itu, pengembangan talenta tidak selesai ketika seseorang menerima beasiswa, atau menuntaskan pendidikan.

“Ekosistem beasiswa perlu mencakup pendampingan, mentoring, pengembangan keterampilan, pengalaman praktik, dan koneksi dengan dunia kerja. Dengan demikian, beasiswa dapat berkontribusi lebih luas terhadap produktivitas, inovasi, serta pembangunan nasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia (AJBI), Fasli Jalal, menilai beasiswa perlu dipahami sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia.

“Beasiswa adalah investasi yang sangat strategis dalam pembangunan manusia, dan masa depan bangsa. Ketika seorang anak memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan, sesungguhnya kita tidak hanya mengubah nasib satu individu, tapi membuka kesempatan terjadi mobilitas sosial bagi dirinya, keluarganya, masyarakatnya, bahkan bagi generasi berikutnya,” ujar Fasli.

“Beasiswa jangan hanya dipandang sebagai pembiayaan gelar S1, S2, dan S3, tetapi juga dapat mencakup pendidikan vokasi, literasi kecerdasan buatan (AI literacy), serta pengembangan kapasitas nazir wakaf dan marbot dalam mengelola wakaf umat,” katanya.

Artinya, keberhasilan beasiswa terlihat dari kesesuaian kompetensi penerima dengan kebutuhan masyarakat.

Pendanaan beasiswa, menurutnya, juga perlu diusahakan melalui berbagai cara. Selain melalui zakat, infak, dan sedekah, juga melalui wakaf serta kolaborasi dengan perguruan tinggi, perusahaan swasta, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca JugaInvestasi Pendidikan untuk Indonesia Maju
Baca JugaMilad Muhammadiyah, Presiden Prabowo: Lanjutkan Peran Dakwah, Kesehatan, dan Pendidikan

Muhammad Taufiqurrachman mengatakan program beasiswa harus dibuat sesuai tujuannya. Merancang beasiswa, menurutnya, perlu mempertimbangkan hasil yang ingin dicapai setelah penerima menyelesaikan programnya. Artinya, keberhasilan beasiswa terlihat dari kesesuaian kompetensi penerima dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Taufiqurrachman, MSA mengemban amanah dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah selain untuk menyalurkan bantuan pendidikan, juga untuk merencanakan dan mengembangkan talenta khususnya di lingkungan Muhammadiyah.

Upaya ini mencakup pengembangan sumber daya manusia di 165 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta 5.346 satuan pendidikan Muhammadiyah. Untuk mewujudkan hal tersebut, MSA mendorong pengembangan manajemen talenta melalui kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki visi sejalan.

 

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dapat Apresiasi, Atlet Asian Games dan Para Games Bertekad Tambah Prestasi
• 4 jam lalu
0
thumb
KPK periksa Bupati Bogor sebagai saksi dugaan korupsi di pemkab
• 12 jam lalu
0
thumb
Kapuspen TNI Hadiri Anugerah Dewan Pers 2026
• 17 jam lalu
0
thumb
Ekonom: Perlu integrasi strategi perdagangan internasional-investasi
• 15 jam lalu
0
thumb
Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp3,52 Triliun hingga September 2026
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.