JAKARTA - Serangan drone Rusia menghantam stasiun kereta api di Kota Dnipro, Ukraina bagian tengah, Kamis 29 Oktober 2026. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai lima lainnya saat sebuah kereta penumpang tengah berhenti di peron stasiun.
Gubernur wilayah Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, mengonfirmasi jumlah korban jiwa akibat serangan tersebut. Melalui unggahan di Telegram, ia menyebut sedikitnya 13 orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam serangan tersebut dan mendesak Amerika Serikat, serta negara-negara Eropa mengambil tindakan menyusul insiden yang disebutnya sebagai serangan mengerikan.
Menurut Zelenskyy, drone Rusia menghantam peron yang saat itu dipenuhi aktivitas penumpang, termasuk mereka yang berada di sekitar kereta komuter dan kereta penumpang.
"Orang Rusia menyerang peron tempat kereta komuter reguler dan kereta penumpang reguler berada. Sayangnya, hingga saat ini, 13 orang telah dipastikan tewas," ujar Zelenskyy melalui media sosial, dilansir trtworld, Jumat (30/10/2026).
Sementara itu, operator kereta api nasional Ukraina, Ukrainian Railways, menyebut serangan dilakukan menggunakan drone Rusia bertenaga jet. Hantaman tersebut mengenai salah satu peron tempat kereta nomor 866 rute Dnipro–Zaporizhzhia sedang berada.





Komentar (0)