Idrus Marham: Kritik dari Koalisi Harus Jadi Penguat Pemerintahan Prabowo

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham menegaskan kritik dari internal koalisi harus jadi penguat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Bukan justru melemahkan soliditas partai-partai pendukung pemerintah.

Idrus menyampaikan hal itu merespons sorotan anggota DPR RI (Fraksi Partai Gerindra), Kamrussamad, terhadap kinerja sejumlah menteri yang dinilai belum maksimal menjawab persoalan masyarakat.

Tiga menteri dari Partai Golkar turut menjadi sorotan, yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta Menteri UMKM Maman Abdurrahman.

Menurut Idrus, kritik dalam koalisi merupakan hal yang wajar selama dilandasi niat tulus, penilaian objektif, faktual dan berkeadilan dengan orientasi memperbaiki kinerja pemerintahan.

Dalam perspektif itu, Kara dia, Presiden telah mengingatkan bahwa Indonesia adalah Rumah Besar kita bersama harus dirawat dan dibangun bersama. Kita adalah Satu Keluarga Besar yg harus saling mengingatkan, saling mengkritisi, saling memperkuat dan saling menbesarkan untuk merawat bangsa ini, tegas Idrus mengikuti konstruksi berpikir Presiden.

“Akan tetapi perlu diingat bahwa Kalau kritikannya disampaikan dengan niat yang tulus, objektif faktual, jujur dan berkeadilan untuk memperkuat koalisi Merah Putih bagi suksesnya Pemerintahan Prabowo, maka penguatan itu semakin solid,” kata Idrus, Jumat (30/10/2026).

Ia menekankan, kritik tidak semestinya dipahami sebagai ancaman terhadap kebersamaan.

Sebaliknya, kritik dapat menjadi sarana untuk mengingatkan sesama anggota koalisi agar terus memperbaiki kekurangan dan memastikan kebijakan Presiden Prabowo terlaksana dengan baik.

Pentingnya Objektivitas dengan Pendekatan Holistik

Idrus mengatakan, para elite dan tokoh yang berada dalam koalisi pemerintahan pada dasarnya telah saling mengenal, termasuk rekam jejak dan karakter masing-masing.

Ia mencontohkan hubungan Kamrussamad dengan Bahlil yang telah terjalin sejak aktif di organisasi kepemudaan KNPI dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

“Saya juga sebagai Mantan Ketua Umum DPP KNPI dan Wakil Presiden Pemuda Dunia dimana Saudara Kamarussamad adalah bagian dari kepemimpinan kami bersama berkiprah, bahkan lanjut dalam dunia politik ketika Saya menjadi Sekjen DPP Partai Golkar, Kita sudah saling memahami, makanya jangan ada permainan antara kita,” jelas Idrus sambil tertawa.

Karena itu, Idrus berharap kritik yang disampaikan tidak berhenti pada penilaian terhadap individu, tetapi juga mempertimbangkan konteks kebijakan, proses koordinasi antar unit, dan upaya yang telah dilakukan pemerintah.

Secara berkelakar, Idrus mempertanyakan mengapa Kamrussamad secara spesifik menyebut tiga menteri Golkar. Sementara kementerian lain yang juga berkaitan dengan pelayanan publik tidak disebutkan secara langsung.

Idrus mengajak berpikir berdasarkan logika sosial. Menurutnya, rakyat tidak bodoh, rakyat tidak tidur.

“Apabila kritikan itu tidak disertai dengan niat tulus, tidak objektif, tidak komprehensif, tidak terintegrasi, tidak berkeadilan, maka boleh jadi kririkan itu kembali mendegradasi pengktitik itu sendiri,” ujarnya.

Pernyataan Idrus tidak berarti menolak evaluasi. Ia justru menekankan pentingnya keseimbangan antara mengoreksi pihak lain dan melakukan introspeksi terhadap diri sendiri.

Golkar Tak Goyah sedikitpun Dukung Prabowo

Idrus menegaskan, dinamika kritik tersebut tidak akan menggoyahkan komitmen Partai Golkar untuk mendukung pemerintahan Prabowo.

Ia meminta seluruh kader Golkar menjadikan kritik sebagai pemacu untuk bekerja lebih proaktif, mengambil peran dalam pelaksanaan kebijakan, program dan memastikan pemerintahan berjalan sesuai agenda presiden, yang berorientasi kerakyatan yang diinspirasi oleh Ideologi dan Falsafah Pancasila..

“Apapun kritikannya, arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bung Bahlil, bahwa apapun tantangan, apapun kritikan, kita tidak akan goyah sedikit pun mendukung Pemerintahan Prabowo. Bahkan harus memacu dan memicu kita untuk berbuat lebih proaktif memastikan Sukses Periode pertama sebagai Eskalator Sukses Kepemimpinan Peabowo Periode Ke Dua,” kata Idrus menirukan seruan Ketum Golkar.

Idrus menyampaikam folume dan dinamika Komunikasi Bahlil dan Prabowo begitu intensif, tercermin dalam beberapa even, momentum dan dibeberapa kesempatan, terutama disaat peluncuran buku bertajuk 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia. Presiden secara spesifik memberikan apresiasi Luar Biasa terhadap kinerja Bahlil.

Idrus menambahkan, keberhasilan pemerintahan Prabowo pada periode ini juga menjadi kepentingan strategis Golkar dalam menjaga kesinambungan dukungan politik pada periode berikutnya, semakin memperkuat dukungan Golkar terhadap Prabowo pada Peride ke dua, 2029-2034.

Bahlil dan Pelayanan Publik Jadi Sorotan

Sebelumnya, Kamrussamad menyoroti persoalan pemadaman listrik, antrean bahan bakar minyak (BBM), pemberantasan judi daring dan pinjaman daring ilegal, serta akses pembiayaan UMKM.

Kamrussamad menilai persoalan pelayanan publik yang berlarut-larut berpotensi mengganggu rantai pasok ekonomi dan memengaruhi kepercayaan investor.

Sorotan serupa sebelumnya disampaikan Kamrussamad dalam diskusi mengenai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran pada 20 Oktober 2026. Kamrussamad meminta pemerintah mengevaluasi pelayanan publik, khususnya pasokan listrik dan BBM, agar tidak menghambat aktivitas ekonomi daerah.

Menanggapi dinamika tersebut, Idrus menilai keluarga besar koalisi Merah Putih harus mampu merawat ruang koreksi tanpa kehilangan semangat kebersamaan. Hal itu hanya bisa terwujud, bila kritikan itu dilakukan dengan niat yg tulus, komitmen kebangsaan yang kuat, obyektif, logik, faktual, komprehensif- holistik, terintegrasi, terkoordinasi, jujur dan berkeadilan. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Demi Keamanan Data, Kemkomdigi Imbau Warga Tak Salah Akses Web Perlinsos
• 5 jam lalu
0
thumb
BMKG prakirakan sejumlah wilayah Jakarta hujan ringan pada Jumat
• 5 jam lalu
0
thumb
Mahasiswa Trisakti akan Demo di Istana Negara Hari Ini, Perjalanan Sempat Dihadang Polisi
• 20 jam lalu
0
thumb
4 Tanda Kulit Butuh Hidrasi atau Pelembap
• 6 jam lalu
0
thumb
Kemenkum Sulbar Harmonisasi Tiga Ranperda Mamuju Cegah Tumpang Tindih Aturan
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.