3 Motor yang Antar Pemiliknya Jadi National Champion Honda Modif Contest 2026

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Honda Modif Contest (HMC) 2026 menutup rangkaian kompetisinya di Honda Bikers Day ke-15, Ambarawa, Jawa Tengah. Sebanyak 81 karya modifikasi motor dari sembilan kota bersaing memperebutkan gelar juara nasional di sana.

Mengusung tema “Ridecreation”, HMC 2026 mengumpulkan 1.313 karya modifikasi sepanjang rangkaian acara. Para juara nasional berkesempatan mengikuti Honda Dream Ride Project (HDRP), program pengembangan karya dengan pendampingan mentor berpengalaman.

Tiga peserta meraih gelar National Champion HMC 2026 dari kategori berbeda. Mereka adalah Wory Modified dari Solo, Jason Vito Valentino dari Bandung, dan Ajies Sabara dari Surabaya. Ketiganya melewati tahapan seleksi yang panjang sebelum sampai di Ambarawa.

Wory Modified menjadi juara kategori Matic & Cub lewat Honda Blade 2014. Ia datang dengan catatan soal arah kompetisi karena modifikasi motor matik belakangan sudah terlalu banyak dan sering melahirkan juara.

“Saya flashback ke tahun 2006-2008, saat motor bebek yang menjuarai. Harapan saya di tahun depan matik tidak terlalu banyak, kreasi motor bebek dan sport dapat bertumbuh pesat,” kata Wory saat ditemui kumparan di Ambarawa, Jawa Tengah, belum lama ini.

Blade garapannya mengusung konsep futuristik bergaya MotoGP dan memakan waktu pengerjaan enam bulan. Bagian paling merepotkan ada di pembuatan bodi dan kaki-kaki.

“Kesulitan terbesar itu bodi dan kaki-kaki karena depan pakai double cakram dan belakang single arm. Shock breaker belakang yang biasanya di samping kami pindah ke tengah pakai pro-link. Itu bagian istimewa, terinspirasi dari motor-motor luar negeri. Harga modif ya cukup buat umroh dua orang lah,” ujarnya.

Di kategori Sport, Jason Vito Valentino membawa pulang gelar lewat Honda Dax 2023. Ia membangunnya dengan konsep neo cafe selama dua tahun lantaran waktu menunggu komponen impor dari Jepang, Thailand, dan Taiwan yang cukup lama.

“Saya pilih Honda Dax karena motor mini yang jarang orang pakai, orang lihat juga aneh. Jadi kami coba bangun yang aneh sekalian. Pengerjaan paling sulit itu menyesuaikan velg lebar ke arm yang kecil,” kata Jason.

Bagian paling istimewa ada di air suspension shock breaker belakang yang dikendalikan lewat ponsel dengan Bluetooth. Jason menggarap aplikasi dan modul sendiri dan ia menyebut biaya modifikasinya tembus Rp 250-300 juta.

Gelar kategori Ultimate jatuh ke Ajies Sabara lewat Honda CB150R 2013. Ia mengusung konsep road biker dan diberi nama Pelor Angin. Bagian tanki berukuran satu liter jadi yang paling istimewa sebab dibuat dari kayu jati asli.

“Senapan angin itu kan unsurnya logam sama kayu jati, makanya di motor ini juga sama. Motor ini lama tertidur dari 2018 karena kendala finansial, sampai akhirnya ada sponsor. Tanki itu banyak dapat penghargaan, termasuk juri internasional Jepang. Dia bilang sudah keliling dunia, baru ini liat yang real dari kayu bukan lapisan,” tuntas Ajies.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KMP Batumandi Terbalik Usai Kebakaran, Diapungkan Kembali Awal November
• 21 jam lalu
0
thumb
Demo Mahasiswa Trisakti di Jakarta Hari Ini Gaungkan Tritura, Ini Isi Tuntutannya
• 18 jam lalu
0
thumb
Musim Laporan Keuangan, Kuartal III GOTO Cetak Laba Bersih Lagi
• 14 jam lalu
0
thumb
Korban Meninggal Tabrakan Dua Kereta Cepat Spanyol Bertambah Jadi 68 Orang
• 21 jam lalu
0
thumb
Ditolak Ruben Onsu, Pihak Sarwendah Klarifikasi Soal Usulan Cicilan Rumah
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.