Init-6 Investasi di Netra Runtime, Bidik Pasar Infrastruktur AI

medcom.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Perusahaan modal ventura Init-6 memperluas portofolio investasinya ke sektor kecerdasan buatan (AI) dengan mendukung Netra Runtime, perusahaan teknologi asal Indonesia yang bergerak di bidang infrastruktur inferensi AI.

Investasi ini menjadi langkah Init-6 untuk masuk lebih dalam ke ekosistem AI, khususnya teknologi yang memungkinkan perusahaan menjalankan model kecerdasan buatan secara lebih cepat dan efisien. Netra Runtime menawarkan solusi yang dapat digunakan melalui infrastruktur GPU milik pelanggan maupun layanan cloud yang disediakan perusahaan.

 

Baca Juga :

Danantara Bidik Investasi USD30 Miliar Lewat New Asia Forum 2026

Init-6 didirikan oleh Achmad Zaky dan Nugroho Herucahyono, dua sosok yang sebelumnya membangun Bukalapak. Founding Partner Init-6 Nugroho Herucahyono menjelaskan perkembangan adopsi AI membuat kebutuhan perusahaan tidak lagi sebatas mencari model dengan kemampuan terbaik. Persoalan berikutnya adalah bagaimana menjalankan model tersebut dengan biaya yang efisien tanpa mengorbankan performa.

Menurut dia, penggunaan perangkat keras berkapasitas tinggi, termasuk GPU, belum tentu menjamin proses inferensi berjalan optimal. Efisiensi juga sangat ditentukan oleh kemampuan perangkat lunak dalam memanfaatkan sumber daya komputasi yang tersedia.

"Pertanyaan bagi perusahaan bukan lagi sekadar model mana yang paling pintar dan paling cepat, tetapi berapa biaya untuk menghasilkan suatu pekerjaan," ujar Nugroho dalam keteranganya. 

Ia menilai persoalan efisiensi infrastruktur semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan komputasi AI. Perusahaan membutuhkan teknologi yang mampu mengoptimalkan penggunaan GPU agar biaya operasional tetap terkendali.

Netra Runtime dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Teknologi ini membantu perusahaan menjalankan model AI dengan performa lebih optimal pada perangkat GPU, baik yang menggunakan teknologi AMD maupun NVIDIA.

Netra menyediakan dua skema layanan untuk menjangkau kebutuhan pelanggan. Pertama, private deployment bagi perusahaan yang ingin menjalankan model AI di infrastruktur milik sendiri. Skema ini memungkinkan pelanggan mempertahankan kendali atas model dan data yang digunakan.

Kedua, perusahaan menyediakan Netra Cloud, yakni layanan inferensi terkelola yang dapat diakses melalui application programming interface (API) yang kompatibel dengan OpenAI. Penggunaannya menggunakan sistem pembayaran berdasarkan jumlah token yang diproses.

Nugroho mengatakan pengalaman membangun infrastruktur teknologi selama lebih dari satu dekade di Bukalapak menjadi salah satu landasan dalam melihat peluang bisnis tersebut.

Menurut dia, investasi perangkat keras bukan satu-satunya faktor yang menentukan efisiensi infrastruktur. Kemampuan perangkat lunak dalam memaksimalkan kapasitas komputasi juga berperan penting dalam menekan biaya.

Dari sisi performa, Netra melaporkan telah memproses lebih dari 288 miliar token hingga 28 Oktober 2026. Dalam periode 21-27 Oktober, pemrosesan rata-rata mencapai 6,14 miliar token per hari, dengan rekor tertinggi sebanyak 12,47 miliar token dalam sehari. Platform tersebut juga mencatat 1.415 pengguna terdaftar dan telah menjalin kemitraan dengan 19 partner. Dalam pengujian performa terbaru, Netra mencatat throughput prefill sebesar 73.527 input token per detik pada tingkat concurrency 32 tanpa menggunakan cache.

Sementara itu, pada pengujian decode menggunakan empat GPU AMD Instinct MI350X, throughput gabungan mencapai 5.062 output token per detik pada concurrency 32. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan konfigurasi dua GPU NVIDIA B300 yang mencatat 2.870,2 output token per detik dan empat GPU NVIDIA B300 sebesar 2.497,8 output token per detik.

Pada pengujian concurrency 1, kecepatan decode per pengguna dengan empat GPU AMD MI350X mencapai 1.152 token per detik. Sebagai pembanding, konfigurasi dua GPU NVIDIA B300 mencatat 498,8 token per detik, sedangkan empat GPU NVIDIA B300 mencapai 608,6 token per detik.

Meski demikian, Netra menegaskan hasil pengujian performa tersebut bergantung pada jenis model, perangkat keras, beban kerja, serta konfigurasi yang digunakan selama pengujian. Init-6 melihat kehadiran Netra Runtime sebagai peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan teknologi AI tidak hanya pada lapisan aplikasi, tetapi juga infrastruktur pendukungnya.

Selama ini, pengembangan AI di dalam negeri dinilai masih banyak berfokus pada pemanfaatan model dan aplikasi yang menggunakan API dari penyedia luar negeri. Kondisi tersebut membuat peluang pengembangan teknologi pada lapisan infrastruktur masih terbuka lebar.

Nugroho menilai kemampuan engineer Indonesia untuk mengembangkan teknologi infrastruktur AI dapat meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai nilai industri kecerdasan buatan global.

Dalam jangka pendek, Init-6 berharap Netra dapat memperkuat performa teknologi sekaligus memperluas penggunaannya di kalangan perusahaan besar atau enterprise.

Adapun dalam jangka panjang, perusahaan menargetkan Netra Runtime menjadi salah satu infrastruktur yang dapat diandalkan perusahaan di Indonesia maupun pasar global untuk menjalankan AI secara efisien dengan kendali lebih besar atas model dan data mereka.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin Init-6 Investasi di Netra Runtime, Bidik Pasar Infrastruktur AI Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/ybDypDpk-init-6-investasi-di-netra-runtime-bidik-pasar-infrastruktur-ai

(SAW)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gelagapan Ditanya Kampus, Pria Berjas Almamater Undira Ngaku Dibayar di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda
• 6 jam lalu
0
thumb
Seperti Myeongdong, Pasar Baru Mau Disulap Jadi Pusat Kuliner 24 Jam
• 1 jam lalu
0
thumb
Memberi ”Kesempatan Kedua” bagi Pakaian Lama
• 10 jam lalu
0
thumb
Korban Tewas Serangan Rusia di Stasiun Kereta Ukraina Bertambah Jadi 14 Orang
• 8 jam lalu
0
thumb
Gempa M4,0 Guncang Enggano Bengkulu, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami 
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.