Grid.ID - Inilah profil Alvin Tedjo, politisi asal Padang yang jadi Wali Kota di Kanada. Rekam jejaknya kini menjadi sorotan.
Alvin Tedjo, pria asal Padang, Sumatra Barat ini terpilih menjadi Wali Kota Mississauga, Kanada, setelah memenangkan pemilihan pada Senin (26/10/2026) waktu setempat. Diaspora Indonesia di Kanada, Alvin Tedjo, terpilih sebagai Wali Kota Mississauga setelah memenangkan pemilihan pada Senin (26/10/2026) waktu setempat.
Profil Alvin Tedjo
Melansir dari Bangkapos.com, Alvin Tedjo merupakan pria berdarah Padang, Sumatra Barat, yang keluarganya merantau ke Kanada pada akhir dekade 1970-an. Di negara tersebut, keluarganya membangun kehidupan baru hingga Alvin tumbuh dewasa dan mulai merintis kariernya.
Asal-usul keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam kisah perjalanan hidup Alvin. Ia berasal dari keluarga Tedjo yang memiliki akar keturunan dari Padang, Sumatra Barat.
Kakeknya, dr. Anto Tedjo, diketahui pernah mengenyam pendidikan kedokteran gigi di Universitas Trisakti, Jakarta. Pada 1978, Anto memutuskan membawa keluarganya pindah ke Kanada demi memulai babak kehidupan yang baru.
Ketika keluarganya meninggalkan Indonesia, Alvin masih berusia sekitar empat tahun.
Menjalani kehidupan di negara baru bukanlah perkara mudah bagi keluarga Tedjo. Setibanya di Kanada, Anto harus melakukan berbagai pekerjaan demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia bahkan pernah bekerja sebagai pencuci piring dan pengantar makanan.
Dalam sebuah siniar pada 2025, Tedjo mengungkapkan bahwa dirinya menyaksikan secara langsung berbagai kesulitan yang dialami keluarganya selama beradaptasi sebagai imigran di Kanada.
"Saya melihat banyak tantangan dan kesulitan yang datang bersama pengalaman hidup sebagai imigran," kata Tedjo.
Ia juga mengenang nasihat dari kedua orang tuanya yang hingga kini menjadi salah satu pegangan penting dalam kehidupannya.
Baca Juga: Profil Ahmad Assegaf, Mantan Suami Tasya Farasya yang Diduga Korupsi Anggaran Pembangunan Rumah, Terkuak Profesinya
"Jika kamu melihat sesuatu yang salah, lakukan sesuatu untuk memperbaikinya," ujar Tedjo, mengutip pesan yang disampaikan orang tuanya.
Pengalaman keluarga tersebut mencerminkan berbagai tantangan yang kerap dihadapi para imigran saat membangun kehidupan di negeri baru. Mereka tidak hanya harus beradaptasi dengan lingkungan dan budaya yang berbeda, tetapi juga berjuang mendapatkan pekerjaan serta penghidupan yang layak.
Kini, keberhasilan Alvin memenangkan pemilihan wali kota membuat namanya menjadi perhatian publik. Pencapaiannya juga menarik perhatian masyarakat Indonesia yang mengikuti perkembangan kiprah diaspora Tanah Air di luar negeri.
Minat Tedjo terhadap kegiatan sosial dan kemasyarakatan ternyata sudah tumbuh sejak ia masih duduk di bangku sekolah menengah.
Pada masa itu, ia pernah dipercaya menjadi ketua organisasi siswa di sekolahnya. Selain itu, Tedjo juga bergabung dalam komite penasihat pemuda untuk wali kota.
Perjalanan tersebut berlanjut ketika ia mendapat kesempatan bertemu dengan Hazel McCallion, yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Mississauga, pada pertengahan 1990-an.
Pertemuan itu berlangsung saat Tedjo menerima penghargaan Young Citizen of the Year atau Warga Muda Berprestasi Tahun Ini. Dalam kesempatan tersebut, McCallion menyampaikan pesan yang terus diingat Tedjo hingga bertahun-tahun kemudian.
"Terjunlah ke dunia politik, anak muda," kata McCallion kepadanya.
Siapa sangka, setelah melewati perjalanan panjang, Tedjo akhirnya terpilih untuk memimpin kota yang menjadi tempatnya tumbuh dan berkembang. Alvin Tedjo, politikus berdarah Indonesia, berhasil terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, Kanada, setelah menumbangkan dua figur politik yang telah memiliki pengalaman panjang dalam pemilihan pada Senin (26/10/2026).
Politikus berusia 43 tahun tersebut mengungguli wali kota petahana Carolyn Parrish serta mantan Wali Kota Mississauga, Bonnie Crombie. Padahal, pada awal masa kampanye, peluang Tedjo untuk memenangkan kontestasi tersebut diperkirakan tidak terlalu besar.
Kemenangan ini menjadi sorotan karena Tedjo baru menjalani masa jabatan pertamanya sebagai anggota Dewan Kota Mississauga. Sebelum pemungutan suara berlangsung, Parrish dan Crombie bahkan sempat meragukan kecukupan pengalaman Tedjo untuk memimpin kota tersebut.
Baca Juga: Profil Kompol Aditia Mulya Ramadhani, Eks Kasat Reskrim Wonogiri yang Meninggal Usai 7 Tahun Koma, Rekam Jejaknya Jadi Sorotan
Meski menghadapi keraguan dari lawan politiknya, dukungan masyarakat terhadap Tedjo terus bertambah menjelang hari pemilihan. Hingga akhirnya, ia berhasil keluar sebagai pemenang.
Mengutip Toronto Star, Selasa (27/10/2026), perjalanan Tedjo di dunia politik sebenarnya telah dimulai jauh sebelum dirinya terpilih menjadi anggota dewan kota.
Ia dibesarkan dalam keluarga imigran asal Indonesia. Ketertarikannya terhadap urusan pemerintahan dan pelayanan publik pun telah terlihat sejak usia remaja.Pernah Mengalami Kekalahan dalam PemilihanSebelum berhasil meraih jabatan wali kota, Tedjo telah beberapa kali mengikuti kontestasi politik untuk mengembangkan kariernya.
Pada 2018, ia maju sebagai kandidat anggota parlemen Provinsi Ontario dari daerah pemilihan Oakville North–Burlington. Namun, dalam pemilihan tersebut, Tedjo hanya berhasil menduduki peringkat ketiga.
Perjalanannya berlanjut setahun kemudian ketika ia kembali mencoba peruntungan melalui pemilihan ketua Partai Liberal Ontario pada 2019.
Dalam kontestasi internal partai itu, Tedjo hanya meraih 2,7 persen suara. Saat itu, ia menjelaskan bahwa keputusannya memasuki dunia politik dilandasi kepedulian terhadap masa depan anak-anaknya serta masyarakat Ontario secara luas.
Ia berpandangan bahwa perubahan dalam sejumlah sektor, seperti lingkungan dan iklim, perekonomian, serta pendidikan, akan memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan generasi berikutnya.
"Kita menghadapi perubahan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, baik dalam hal iklim, ekonomi, maupun sistem pendidikan," kata Tedjo kepada Toronto Star saat itu.
"Dan ada konsekuensi nyata yang bisa kita lihat setiap pekan, sementara pemerintah ini sama sekali tidak siap menghadapinya," lanjutnya.
Tedjo kembali mencalonkan diri dalam pemilihan Wali Kota Mississauga pada 2024. Namun, ia harus puas berada di urutan kedua setelah dikalahkan Carolyn Parrish yang berhasil memenangkan pemilihan sela saat itu.
Kekalahan tersebut tidak membuat Tedjo menyerah. Ia kembali maju dalam kontestasi pemilihan wali kota pada 2026 dan kali ini sukses mengungguli Parrish yang tengah menjabat sebagai wali kota petahana.
Baca Juga: Kesal Berkali-kali Dituding Hamil, Ini Profil Bunga Citra Lestari
Sebelum terpilih menjadi anggota Dewan Kota Mississauga, Tedjo telah mengantongi pengalaman profesional di bidang pemerintahan dan pendidikan tinggi. Ia pernah bekerja sebagai penasihat sekaligus staf politik di Kementerian Perguruan Tinggi dan Universitas Provinsi Ontario.
Selain itu, Tedjo juga menjalani karier selama empat tahun di Sheridan College dengan fokus pada bidang hubungan pemerintahan. Setelah menyelesaikan pekerjaannya di sana, ia dipercaya memimpin urusan strategi dan komunikasi di Toronto Metropolitan University.
Berbagai pengalaman tersebut menjadi bekal profesional Tedjo sebelum akhirnya terjun ke ranah politik pemerintahan kota.
Pada 2022, Tedjo berhasil memenangkan pemilihan dan menduduki kursi anggota Dewan Kota Mississauga. Akan tetapi, ketika ia memutuskan untuk maju sebagai calon wali kota pada 2026, rekam jejak dan pengalamannya kembali dipersoalkan.
Carolyn Parrish dan Bonnie Crombie sama-sama mengakui bahwa Tedjo merupakan anggota dewan yang menjalankan tugasnya dengan baik. Kendati demikian, keduanya berpendapat bahwa pengalaman Tedjo belum cukup untuk memimpin pemerintahan kota Mississauga.
Menanggapi keraguan tersebut, Tedjo meminta masyarakat untuk menilai kapasitas dan kemampuannya berdasarkan tindakan nyata yang telah dilakukannya.
"Saya hanya ingin mengatakan, lihat saja nanti," kata Tedjo kepada Toronto Star selama kampanye.
Tedjo juga merespons keraguan mengenai usia dan pengalamannya dengan menyinggung sosok Zohran Mamdani, Wali Kota New York. Ia menyatakan bahwa dirinya kini berusia 43 tahun, hampir sepuluh tahun lebih tua dibandingkan usia Mamdani ketika terpilih sebagai wali kota.
Perjalanan Alvin Tedjo untuk merebut kursi Wali Kota Mississauga tidaklah mudah. Keputusannya meninggalkan posisi anggota dewan kota yang relatif aman demi kembali bertarung dalam pemilihan wali kota sempat menimbulkan kekhawatiran tersendiri.
Tedjo mengakui bahwa langkah tersebut terasa sangat menegangkan. Apalagi, hasil jajak pendapat pada awal kampanye menunjukkan tingkat dukungannya masih jauh tertinggal dibandingkan para pesaingnya.
Survei Liaison yang digelar pada pertengahan Agustus 2026 mencatat Tedjo hanya memperoleh dukungan sebesar 9 persen dari seluruh responden. Sementara itu, angka dukungannya mencapai 12 persen jika dihitung dari responden yang sudah menentukan pilihan atau memiliki kecenderungan terhadap kandidat tertentu.
Baca Juga: Profil Jeong Yein, Member Lovelyz yang Resmi Gantikan Ha Young di The Trauma Code Season 2 dan 3, Begini Sepak Terjangnya
Perolehan tersebut menempatkannya di urutan keempat. Saat itu, Carolyn Parrish dan Bonnie Crombie masih mendominasi persaingan dengan tingkat dukungan yang jauh lebih tinggi.
Namun, peta persaingan mulai mengalami perubahan pada akhir September hingga awal Oktober. Kampanye Tedjo semakin mendapat perhatian dan dukungan, termasuk dukungan resmi dari serikat pekerja kepolisian Peel.
Dukungan tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan kampanyenya. Pada 1 Oktober, Parrish dan Crombie terlibat adu argumen dalam sebuah forum kandidat. Berbeda dengan kedua pesaingnya, Tedjo memilih untuk tidak larut dalam perdebatan tersebut.
Memasuki pekan pertama Oktober, sejumlah hasil survei memperlihatkan bahwa selisih dukungan Tedjo dengan dua kandidat unggulan semakin menyempit. Di kalangan pemilih yang telah menentukan pilihan atau memiliki kecenderungan memilih kandidat tertentu, perolehan suara Tedjo hanya terpaut beberapa poin persentase dari Parrish dan Crombie.
Tren peningkatan dukungan itu terus berlanjut hingga hari pemungutan suara. Pada Senin (26/10/2026), Tedjo akhirnya memenangkan pemilihan Wali Kota Mississauga dengan mengungguli dua tokoh politik yang sebelumnya lebih diunggulkan.
Berdasarkan laporan CTV News, Tedjo memperoleh 39,2 persen suara. Ia unggul dengan selisih 22.626 suara dari Parrish dan 31.288 suara dari Crombie.
Hasil tersebut memastikan Alvin Tedjo terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, kota di Kanada yang menjadi tempatnya tumbuh besar sebagai bagian dari keluarga imigran asal Indonesia. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)