Harga Minyak Tertekan, Harapan Damai AS-Iran Redam Risiko Konflik Timur Tengah

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak mentah turun pada perdagangan Kamis (29/10/2026) dalam sesi yang bergejolak.

Harga Minyak Tertekan, Harapan Damai AS-Iran Redam Risiko Konflik Timur Tengah. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga minyak mentah turun pada perdagangan Kamis (29/10/2026) dalam sesi yang bergejolak.

Harapan dimulainya kembali perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meredam kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak akibat konflik yang semakin meluas di Timur Tengah.

Baca Juga:
Indonesia Masih Butuh Reformasi Pasar untuk Cegah Downgrade MSCI

Harga minyak Brent berjangka ditutup turun 0,38 persen menjadi USD114,88 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terkoreksi 0,76 persen menjadi USD102 per barel.

Kedua acuan harga minyak tersebut sempat anjlok lebih dari USD2 per barel pada awal perdagangan.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Melemah, Terseret Saham Google yang Anjlok 12 Persen

Penurunan itu memangkas sebagian kenaikan pada perdagangan Rabu (28/10), ketika Brent melonjak 1,3 persen dan WTI melesat 3 persen.

Tekanan terhadap harga minyak muncul di tengah kabar upaya diplomatik untuk meredakan konflik AS-Iran.

Baca Juga:
IHSG Berpotensi Koreksi Jelang Akhir Pekan, Waspadai Skenario Terburuk ke 4.763

Wakil Presiden AS JD Vance berupaya menghidupkan kembali perundingan damai dengan mengirim surat kepada Mohsen Rezaei, Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip pejabat AS dan sejumlah pihak yang mengetahui persoalan tersebut.

"Harga minyak berada di bawah tekanan hari ini [Kamis] di tengah upaya diplomatik yang kembali dilakukan untuk meredakan konflik di Timur Tengah," kata Analis UBS Giovanni Staunovo, seperti dikutip Reuters.

Mediator dari Qatar juga telah menyampaikan rancangan kesepakatan baru kepada Iran untuk mengakhiri perang, menurut seorang pejabat yang mengetahui proses negosiasi tersebut.

Namun, seorang pejabat senior Iran menilai rancangan itu tidak dapat diterima karena hanya berisi gagasan dan belum dapat disebut sebagai tawaran.

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan pada Rabu (28/10/2026) bahwa Teheran masih memberikan kesempatan bagi jalur diplomasi untuk berhasil. Dia juga menyebut rencana tujuh hari yang diajukan Iran berpotensi diselesaikan dalam waktu kurang dari sepekan jika disepakati.

Meski demikian, penurunan harga minyak tertahan oleh kekhawatiran terhadap meningkatnya serangan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran serta potensi pemerintahan Presiden Donald Trump melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilihan umum paruh waktu AS pada 3 November.

Militer AS juga terus menyiapkan berbagai opsi. Pejabat militer senior AS yang bertanggung jawab atas kawasan Timur Tengah bertemu dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih pada Kamis untuk memaparkan opsi militer terkait Iran, menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip pejabat AS dan sejumlah sumber yang mengetahui langsung pertemuan tersebut.

Sementara itu, perusahaan minyak AS ExxonMobil dan Chevron membatalkan rencana perjalanan para eksekutif mereka ke pameran minyak terbesar Uni Emirat Arab pekan depan.

Keputusan tersebut diambil dengan alasan keamanan, menurut dua sumber yang mengetahui perkembangan tersebut kepada Reuters.

Di sisi lain, kelompok Houthi pada Kamis mengklaim telah menyerang kilang minyak Ras Tanura dan Rabigh di Arab Saudi, fasilitas Aramco di Abqaiq, serta sejumlah bandara di negara tersebut. Belum ada konfirmasi langsung dari pemerintah Arab Saudi mengenai klaim tersebut.

“Kabar serangkaian serangan baru tersebut turut mendorong harga minyak kembali memangkas penurunan pada akhir perdagangan,” kata Partner Again Capital John Kilduff.

Koalisi yang dipimpin Arab Saudi dan memerangi kelompok Houthi juga mengatakan telah menghancurkan sebuah rudal balistik yang ditembakkan kelompok tersebut ke wilayah timur Arab Saudi pada Kamis pagi. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK Periksa Ipar Mantan Kepala BNPB, Dalami Dugaan Konflik Kepentingan Pengadaan
• 1 jam lalu
0
thumb
Mentan Beberkan Modus Pengoplosan Beras SPHP Jadi Beras Premium
• 20 jam lalu
0
thumb
Hashim Soroti Praktik Goreng Saham, Rupiah Bisa Tembus Rp22.000 Jika Asing Cabut dari Bursa
• 15 jam lalu
0
thumb
Wawasan Polling SS: Pendengar Suara Surabaya Mayoritas Dukung Pengurangan Pasokan Gas ke Singapura
• 22 jam lalu
0
thumb
Menaker Terbitkan Aturan BSU 2026, Ini Persyaratan Penerimanya
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.