Hypermart (MPPA) Catat Rugi Rp93,2 Miliar hingga September 2026, Naik 6 Persen

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kerugian tersebut membengkak 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp87,8 miliar.

Hypermart (MPPA) Catat Rugi Rp93,2 Miliar hingga September 2026, Naik 6 Persen (Foto:

IDXChannel -  Pengelola jaringan Hypermart, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatatkan rugi periode berjalan sebesar Rp93,2 miliar pada sembilan bulan pertama 2026. 

Kerugian tersebut membengkak 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp87,8 miliar.

Baca Juga:
Bursa Soroti Dampak Koperasi Merah Putih ke Bisnis Ritel Modern, Ini Jawaban Hypermart (MPPA)

Perseroan masih membukukan kenaikan pendapatan 3,2 persen menjadi Rp5,77 triliun dari sebelumnya RP5,5 triliun hingga kuartal III-2025. Laba bruto perseroan juga meningkat 1,9 persen menjadi Rp1,02 triliun.

"Seiring dengan perluasan portofolio usaha, prioritas kami tetap pada penguatan kinerja operasional dan peningkatan produktivitas di setiap lini bisnis," ujar CEO MPPA Adrian Suherman dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga:
MPPA Siapkan Rights Issue Rp1,2 Triliun, Multipolar Siaga Serok Sisa Saham Rp980 Miliar

Namun demikian, pertumbuhan penjualan belum mampu mengangkat kinerja operasional perseroan. MPPA mencatatkan rugi usaha sebesar Rp33,3 miliar, berbalik dari laba usaha Rp8,8 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Untuk memperbaiki kinerja, MPPA memperluas portofolio usaha dengan menjangkau kebutuhan pelanggan. Di mana hypermart dan supermarket masih menjadi bisnis ritel utama dengan total 158 gerai.

Baca Juga:
Hypermart (MPPA) Raih Penjualan Rp4 Triliun pada Semester I-2026, Rugi Menyusut 41 Persen

Perseroan juga mengembangkan Toko Mama, format ritel berbasis komunitas yang menyediakan kebutuhan sehari-hari dengan penawaran harga hemat. Hingga 2026, Toko Mama telah mengoperasikan 49 gerai.

Selain bisnis ritel, MPPA memperluas kegiatan usaha ke segmen katering dan restoran melalui Sunshine Food International (SFI) dengan mengoperasikan 33 lokasi katering. Sementara itu, Prima Cipta Lestari (PCL) mengelola enam gerai Ruuma Eatery.

"Memasuki kuartal terakhir 2026, perseroan akan terus memprioritaskan peningkatan kinerja penjualan, pengelolaan biaya, dan produktivitas operasional di seluruh lini usahanya. Pada saat yang sama, pengembangan dan integrasi portofolio usaha akan tetap menjadi prioritas utama dalam memperkuat fondasi operasional dan mendukung pertumbuhan jangka panjang," tuturnya.

Adapun MPPA telah menyelesaikan Penawaran Umum Terbatas VIII (PUT VIII) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu pada Juli 2026. Aksi korporasi tersebut menghasilkan dana bruto Rp1,04 triliun dan dana bersih Rp1,037 triliun setelah dikurangi biaya emisi.

Hingga 30 September 2026, seluruh dana bersih hasil rights issue tersebut telah digunakan sesuai rencana. Sebanyak Rp780 miliar dialokasikan untuk akuisisi aset tanah dan bangunan, sedangkan sekitar Rp257 miliar digunakan untuk kebutuhan modal kerja.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kirim Barang Hingga Alat Berat Ke Luar Pulau Tanpa Was-Was? SERA Siap Menjadi Solusi
• 17 jam lalu
0
thumb
Gunung Semeru Alami 29 Gempa Letusan dalam Enam Jam, PVMBG Tetapkan Status Siaga dan Larang Aktivitas hingga 13 Kilometer
• 22 jam lalu
0
thumb
Eskalator Rusak Berbulan-bulan, Pengguna Skybridge Bojonggede Curhat Lewat Karangan Bunga dan Poster
• 16 jam lalu
0
thumb
DPR Soroti Ekspor SDA Indonesia Lewat Singapura, Minta Prabowo Tegaskan Pasal 33 UUD 1945
• 1 jam lalu
0
thumb
Memberi ”Kesempatan Kedua” bagi Pakaian Lama
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.