TNI AU Sebar 42 Ton Garam di Langit Sumsel untuk Padamkan Karhutla

republika.co.id
20 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG, – TNI Angkatan Udara (AU) menyebar 42 ton garam di langit Sumatera Selatan untuk menciptakan hujan buatan dalam rangka mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis. Operasi modifikasi cuaca (OMC) ini dilakukan menggunakan pesawat angkut milik TNI AU dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi menjelaskan, proses penyemaian dilakukan menggunakan pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, serta dua pesawat milik BNPB. Proses penyemaian garam bermula dari pesawat yang lepas landas dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang.

Pesawat lalu terbang menuju langit di wilayah yang mengalami karhutla. Setelah mencapai posisi yang ditentukan, pesawat mengaktifkan alat khusus untuk menyebarkan garam ke atmosfer. Kandungan garam tersebut akan bereaksi saat menyentuh awan dan menghasilkan hujan buatan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Feri menambahkan, upaya ini sudah dilakukan TNI AU sejak beberapa hari lalu dan terbukti membuahkan hasil. "Dalam beberapa hari terakhir, hujan telah turun di Kota Palembang dan sejumlah daerah lainnya di Sumsel," kata dia.

Ia memastikan operasi OMC akan terus dilakukan guna memastikan seluruh titik api yang membakar hutan di Sumatera Selatan dapat segera padam.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bawa Bom Molotov saat Demo, 13 Pria di Malang Jadi Tersangka
• 12 jam lalu
0
thumb
Tragedi Kereta Cepat Spanyol Picu Demo, Massa Desak Pemerintah Mundur
• 16 jam lalu
0
thumb
BKPM Jajaki Potensi Investasi Strategis Industri Hulu-Hilir di Azerbaijan
• 11 jam lalu
0
thumb
Begini Awal Mula Korban DH Mengenal Tersangka Budi dalam Kasus Pembunuhan di Madiun
• 8 jam lalu
0
thumb
Bos OJK Tak Yakin Bursa RI Layak Disandingkan dengan Zimbabwe
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.