Proyek Sampah Jadi Listrik Libatkan Perusahaan China, Danantara Pasang Syarat Ini untuk Mitra Asing

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy (PSEL) membuka peluang kerja sama dengan perusahaan asing yang memiliki teknologi. Namun, Badan Pengelola Investasi Danantara menetapkan syarat agar proyek tersebut turut memberikan manfaat bagi perusahaan dalam negeri.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani menegaskan, perusahaan asing yang membawa teknologi untuk proyek PSEL wajib bermitra dengan perusahaan lokal. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas dunia usaha nasional sekaligus mendorong transfer pengetahuan dan teknologi.

Baca Juga :
Rosan Tegaskan Pimpinan Danantara Tunduk Kode Etik soal Investasi Pribadi
Rosan Mau UMKM di RI Berkurang: Kapan Naik Kelasnya?

“Kami bisa saja bekerja sama dengan perusahaan yang membawa teknologi, dengan perusahaan asing. Tapi tidak, kami mewajibkan mereka juga berpartner dengan perusahaan lokal,” ujar Rosan dalam Rapimnas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 2026, di Jakarta, Kamis (29/10/2026). 

Menurut Rosan, Danantara tidak dibentuk untuk mengambil alih peran sektor swasta. Sebaliknya, lembaga tersebut ingin memperkuat perusahaan nasional melalui kemitraan dalam berbagai proyek strategis, sehingga pelaku usaha dalam negeri memiliki kesempatan untuk berkembang.

Kemitraan dengan perusahaan asing juga diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan proyek. Transfer pengetahuan dan teknologi menjadi bagian penting untuk meningkatkan kemampuan perusahaan nasional, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Dalam proyek PSEL, Danantara sebelumnya telah mengumumkan sejumlah mitra operator fasilitas. Dua di antaranya adalah Wangneng Environment Co Ltd untuk proyek di Bekasi dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd untuk proyek di Denpasar. Kedua perusahaan tersebut berasal dari China.

Keterlibatan perusahaan China menunjukkan adanya peran mitra asing dalam pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Dengan kewajiban menggandeng perusahaan lokal, Danantara ingin memastikan pelaku usaha nasional turut terlibat dalam proyek tersebut.

Di sisi lain, Rosan mengakui masih ada pekerjaan rumah yang perlu dibenahi, terutama dalam menciptakan iklim investasi yang lebih baik dan transparan.

Di lingkungan Danantara, pihaknya juga terus mengoptimalkan aset, meningkatkan produktivitas, serta memperbaiki efisiensi badan usaha milik negara (BUMN) yang dikelola.

Rosan menambahkan, Danantara akan melanjutkan konsolidasi secara berkelanjutan dan memperluas pelibatan dunia usaha pada tahun mendatang. Ia berharap Kadin Indonesia bersama asosiasi usaha dapat memainkan peran lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, Danantara, serta sektor swasta. (Ant)

Baca Juga :
Rosan Ungkap Bukti Investor Masih Percaya RI di Rapimnas Kadin 2026
Di Tengah Isu Asap Karhutla, Rosan Sebut Singapura Tetap Komitmen Investasi di RI
Prabowo Pasang Target Sampah RI Tuntas 2028, Danantara Mulai Tender Teknologi Pengolahan

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Google Kena Batunya, Ternyata AI Tak Bikin Perusahaan Cuan
• 2 jam lalu
0
thumb
Partai Netanyahu Tuduh Partai-partai Arab Mencuri Pemilu
• 20 jam lalu
0
thumb
Perkuat Transisi Energi, Langkah Menuju Kontribusi 1 GW Solarisasi Masjid Disiapkan
• 4 jam lalu
0
thumb
Kolaborasi Satgas PRR Wujudkan Negara Hadir di Sumatera
• 10 jam lalu
0
thumb
Klub Premier League Incar Desire Doue dan Pergerakan Bursa Transfer Eropa
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.