Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas memuji keputusan pembagian kuota haji tambahan 50% untuk haji reguler dan 50% untuk haji khusus era mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas pada 2024. Anwar menilai keputusan itu bijaksana dengan mempertimbangkan kepadatan di Mina.
Hal itu disampaikan Anwar Abbas saat menjadi saksi meringankan untuk Yaqut Cholil Qoumas dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (29/10/2026). Awalnya, Anwar menjelaskan proses penunjukan dirinya sebagai Naib Amirul Hajj atau wakil Amirul Hajj di tahun 2024.
"Apakah saksi pada saat itu bisa menerangkan bagaimana proses penunjukan saksi sebagai Naib Amirul Hajj atau wakil Amirul Hajj?" tanya pengacara Yaqut, Dodi s Abdulkadir.
"Jadi kebiasaannya, Kementerian Agama berkirim surat kepada PP Muhammadiyah meminta supaya ada satu orang yang ditunjuk oleh pimpinan pusat Muhammadiyah untuk menjadi Naib Amirul Hajj. Lalu oleh ketua umum saya, Prof. Dr. Haedar Nashir, dikirimlah nama saya. Tetapi setelah nama saya dikirim, pihak Kementerian Agama menginginkan supaya diganti, jangan saya. Tetapi provider enggak mau mengganti, lalu tetap saya yang berangkat dan saya laksanakan tugas saya sebagai Naib Amirul Hajj," jawab Anwar.
Anwar juga mengatakan pernah menjadi anggota Amirul Hajj pada 2008. Dengan pengalaman sebagai Naib Amirul Hajj dan anggota Amirul Hajj tersebut, Anwar menilai Yaqut sebagai seorang pekerja keras bahkan melebihi dirinya.
"Apakah saksi bisa menjelaskan tugas sebagai Naib Amirul Hajj saat itu dan bagaimana pelaksanaan tugas sebagai Naib Amirul Hajj pada saat itu? Ini pada tahun 2024," ujar pengacara Yaqut.
"Saya ini kan tugasnya sebagai Naib, wakil ya. Amirul Hajj-nya sendiri adalah Menteri Agama, Pak Yaqut. Dan saya juga sebelumnya pernah menjadi anggota Amirul Hajj tahun 2008. Saya diajak juga oleh Menteri Agama waktu itu untuk menjadi anggota Amirul Hajj, dan saya berkesimpulan Pak Yaqut ini adalah seorang menteri dan seorang pekerja keras menurut saya ya. Kalau saya ukur dengan diri saya, saya merasa saya juga sudah pekerja keras, tapi menurut saya beliau lebih keras lagi bekerjanya," jawab Anwar.
Anwar lalu mencontohkan tindakan Yaqut yang terus berkeliling saat Amirul Hajj yang lain tidur. Dia juga mencontohkan konsistensi Yaqut melakukan rapat pukul 2.00 WIB untuk memberikan pelayanan maksimal ke jemaah.
"Sebagai contoh begini, kami biasa Amirul Hajj dengan Naib Amirul Hajj serta teman-teman anggota Amirul Hajj itu rapat, setelah salat Isya sampai jam 10 atau jam berapa gitu, nah kemudian saya tidur. Tetapi Gus Yaqut ini tidak tidur dia ternyata, ternyata dia berkeliling-keliling," kata Anwar.
"Saya ini jam 2 pagi itu otomatis terbangun itu ya, sudah terbiasa setiap jam 2 pagi saya terbangun. Dan saya sering sekali melihat Gus Yaqut ini mimpin rapat jam 2 pagi itu ya. Itu bagi saya suatu hal yang luar biasa ya. Timbul pertanyaan dari diri saya mengapa beliau rapat dan untuk apa beliau rapat tengah-tengah malam bahkan waktu pagi itu. Ya karena saya perhatikan Gus Yaqut ini ingin memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada jemaah," lanjutnya.
Anwar juga mengatakan Yaqut langsung menangani masalah yang muncul. Dia mengaku kagum dan mengapresiasi Yaqut.
"Dan kalau saya ada masalah yang dilaporkan kepada beliau atau beliau lihat sendiri itu langsung ditangani. Nah di sini saya kagumnya, padahal saya enggak terlalu dekat dengan Gus Yaqut, tapi sebagai pribadi saya memberikan apresiasi," ujarnya.
Anwar mengaku membaca pemberitaan bahwa penyelenggara haji tahun 2024 berjalan baik meski terdapat masalah. Dia mengatakan salah satu masalah yang muncul dalam penyelenggaraan haji saat itu ialah jumlah tempat tidur di Mina yang mengecil sementara jemaah yang akan menginap cukup banyak.
"Dan saya baca di berita, ternyata penyelenggaraan haji tahun 2024 itu berjalan dengan baik. Meskipun ada masalah di sana-sini dan saya sudah biasa ya. Salah satu masalah yang banyak dibicarakan itu kan adalah masalah tempat tidur di Mina. Ya, tempat tidur di Mina itu memang saya bandingkan dengan tahun 2008 mengecil ya," ujar Anwar.
"Dikarenakan apa? Dikarenakan space-nya terbatas dan jumlah orang yang akan menginap cukup banyak. Dan yang paling apa itu adalah di toilet dan kamar mandi ya. Dan itu enggak bisa ditimpakan kesannya kepada Menteri Agama, kepada Amirul Hajj, karena memang space-nya betul-betul sangat terbatas," sambungnya.
(mib/ygs)






Komentar (0)