Siapa Pemilik Beeru Stevia, Brand Lokal Disebut Doktif Pemanis Buatan Berlebihan

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Sosok pemilik produk pemanis Beeru Stevia dipertanyakan menyusul hasil uji laboratorium Dokter Detektif (Doktif) menunjukkan adanya kandungan pemanis buatan.

Influencer Doktif membagikan hasil uji laboratorium mengenai produk Beeru Stevia yang disebut mengandung pemanis buatan sukralosa dan neotam.

Padahal, dalam informasi produk dinyataka bahwa Beeru Indonesia berisi stevia murni.

BACA JUGA:Profil Beeru Indonesia, Brand Stevia Viral Diduga Mengandung Pemanis Buatan

"Tadi Doktif denger zero calorie ya dan cocok digunakan untuk temen-temen yang lagi diet dan defisit kalori. Tapi berdasarkan hasil lab, Doktif kurang setuju," katanya.

"Itu adalah pemanis buatan, sementara di komposisinya tidak tertulis neotam dan sukralosa," sambungnya.

Berdasarkan hasil uji lab mandiri yang ditampilkan oleh Doktif, stevia Beeru diduga mengandung 101/297,89 mg/L sukralosa dan 5.280,99 mg/L neotam.

"Neotam sama sukralosa [dalam stevia Beeru] itu 40 kali bahkan 50 kali lebih besar dari aturan BPOM," ujar konten kreator tersebut.

Stevia merupakan pemanis alami pengganti gula yang berasal dari daun tanaman Stevia rebaudiana.

BACA JUGA:Kronologi Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Perusahaan Klarifikasi

Stevia murni tidak mengandung kalori atau karbohidrat, serta memiliki indeks glikemik nol.

Sehingga, pemanis alami tersebut kerap dijadikan sebagai alternatif pengganti gula bagi penderita diabetes maupun pejuang diet.

Usai membagikan hasil uji laboratorium tersebut, Doktif meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pemeriksaan.

Siapa Pemilik Beeru Stevia?

Beeru Indonesia merupakan merek yang memproduksi gaya hidup sehat (healty freestyle).

Merek yang dinaungi PT Berkat Rezeki Utama ini didirikan pada tahun 2022 yang berfokus pada pemanis alami rendah kalori dan makanan sehat.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
5 Tanda Kamu Sedang Berada dalam Survival Mode yang Sering Tidak Disadari
• 9 jam lalu
0
thumb
Garuda Metalindo (BOLT) Raup Pendapatan Rp1,42 Triliun hingga September 2026
• 12 jam lalu
0
thumb
DPR Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana Impor 30 Juta Barel Minyak UEA
• 15 jam lalu
0
thumb
Adiknya Prabowo Panik Lihat Nasib IHSG: Kalau Modal Asing Kabur, Rupiah Bisa Tembus Rp22.000
• 16 menit lalu
0
thumb
Titik Kebakaran Hutan di Papua Selatan Turun, Modifikasi Cuaca Digencarkan
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.