Hashim Sebut Rupiah Berisiko Tembus Rp21.000, Gubernur BI Buka Suara

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

BI merespons kekhawatiran anjloknya nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp21.000 per dolar AS akibat sentimen negatif pemodal global.

Hashim Sebut Rupiah Berisiko Tembus Rp21.000, Gubernur BI Buka Suara. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) merespons kekhawatiran anjloknya nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp21.000 per dolar Amerika Serikat (AS) akibat sentimen negatif pemodal global terhadap tata kelola pasar modal nasional.

Otoritas moneter menegaskan bahwa ketahanan kurs domestik masih ditopang oleh fundamental ekonomi yang kuat serta mekanisme pasar yang bekerja secara wajar.

Baca Juga:
Rupiah Melemah Tembus Rp18.180 per USD, BI Stabilisasi Lewat NDF hingga Beli SBN

Gubernur BI Destry Damayanti menekankan soal ketahanan nilai tukar rupiah tetap terkendali meski pasar dibayangi oleh spekulasi pelemahan kurs ke level ekstrem. Bank sentral itu menilai volatilitas mata uang garuda saat ini masih mencerminkan dinamika wajar mekanisme pasar terbuka yang dipengaruhi oleh tarik-menarik pasokan, permintaan, dan persepsi pelaku pasar.

"Kami di Bank Indonesia kan tugas kami menjaga stabilitas rupiah, dan kalau kita lihat dari fundamental ekonomi kita, sebenarnya kita dalam kondisi yang relatif oke dibanding peer group kita. Pergerakan yang sekarang terjadi itu bagian dari fluktuasi karena ini market bebas, sangat tergantung juga dari supply-demand dan persepsi," ujar Destry selepas acara Rapimnas Kadin di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga:
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp18.184 per USD

Destry turut membeberkan data dan grafik komparatif yang menunjukkan indikator makroekonomi Indonesia masih berada dalam rentang aman dibandingkan negara-negara berkembang sekelasnya. Penegasan ini membantah kekhawatiran yang sebelumnya dilontarkan oleh kalangan pengusaha dan pejabat pemerintah.

Potensi keterpurukan rupiah tersebut awalnya mencuat seiring adanya indikasi transaksi tidak sehat pada sejumlah emiten di bursa efek tanah air yang mengundang sentimen negatif dari investor internasional.

Baca Juga:
Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp18.171 per USD, Dipicu Sentimen Global

Penilaian kritis dari penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap rekayasa harga atau saham "gorengan" dinilai berisiko memicu gelombang pelarian modal asing.

"Ini yang disorot dan diperhatikan dan dipersoalkan oleh MSCI dan pelaku-pelaku asing, kalau free float-nya terbatas, P/E ratio-nya itu gila-gilaan, tidak masuk akal. Karena kalau investasi luar negeri keluar dari bursa saham kita, rupiah bisa semakin lemah, saya sudah hitung bisa jadi Rp20.000–Rp21.000, ada yang bilang Rp22.000, pinjaman luar negeri harus kita bayar lebih mahal dan bisa jadi malapetaka bagi ekonomi Indonesia," kata Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sekaligus Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Hashim Djojohadikusumo dalam Rapimnas Kadin, Kamis. 

Hashim mengungkapkan, skenario ancaman kurs tersebut telah ia diskusikan langsung bersama Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani. Di hadapan anggota Kadin, termasuk Chairman Lippo Group James Riady, Hashim mengingatkan bahwa praktik menggoreng saham yang merusak kredibilitas bursa harus segera disudahi agar tidak berdampak fatal terhadap stabilitas moneter.

Menanggapi risiko keluarnya dana asing akibat sentimen tersebut, bank sentral menggarisbawahi bahwa pergerakan valuta asing kerap kali dipicu oleh faktor eksternal di luar kendali otoritas dalam negeri. Kendati demikian, BI menegaskan komitmen penuh untuk memprioritaskan stabilitas moneter demi memastikan ketahanan sektor riil tetap terjaga.

"Banyak faktor yang di luar kontrol dari kita, seperti hari ini penguatan terjadi di global karena The Fed enggak naikkan suku bunga dan dampaknya langsung positif. Tapi kami di Bank Indonesia punya komitmen yang kuat bahwa fokus kita adalah menjaga stabilitas sebagai yang pertama, supaya sektor riil bisa tumbuh dan membuka lapangan pekerjaan," urai Destry.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Alihkan Pengadaan Impor Migas ke Lemigas, Bahlil Sebut Tak akan Bebani APBN
• 22 jam lalu
0
thumb
CCTV Dalam Alat Pengharum Ruangan di Ruang Bidan, RSUD Aceh Sanksi Pemasang
• 7 jam lalu
0
thumb
OJK Sebut DSSA, BREN, dan CUAN Sudah Bayar Denda Kasus Manipulasi Saham
• 3 jam lalu
0
thumb
Sopir Truk Boks Megal-Megol di Tol Akhirnya Ditilang Polisi, Ngaku Ingin Sapa Teman
• 5 jam lalu
0
thumb
Cerita Sudaryono Tolak Orang yang Mengaku Sepupu-Keponakan untuk Urus Dapur MBG
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.