Motif Tewasnya Suporter Persib, Emosi Sesaat yang Menyesatkan

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Motif pembunuhan terhadap ARK (16), suporter Persib Bandung asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terungkap. Tersangka MR mengaku spontan menyerang korban dengan celurit akibat terpancing emosi melihat konvoi sepeda motor di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Minggu (25/10/2026) malam.

MR (29) terdiam di hadapan awak media saat hadir dalam konferensi pers di Markas Polres Bogor, Kamis (29/10/2026). Mengenakan baju tahanan berwarna oranye dan masker hitam, warga Kecamatan Sukaraja, Bogor, itu lebih banyak menunduk menatap lantai keramik.

Ditangkap polisi, ia tak lagi garang seperti saat menyerang ARK. Dia hanya diam saat ditanya wartawan.

Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar Arfan Sipayung menuturkan, MR dibakar emosi sesaat ketika melihat iring-iringan konvoi sepeda motor. ”Tersangka mengaku kerap terlibat tawuran atau mencari lawan untuk berkelahi di sekitar Jembatan Hitam, Jalan Raya Jakarta-Bogor,” kata Arfan.

Setelah korban dilaporkan tidak bernyawa, polisi lantas memburu pelaku. Tak sampai 24 jam, polisi menangkap pelaku di kawasan Kawumpandak, Karadenan, Bogor.

Atas perbuatannya, MR dijerat Pasal 80 Ayat (3) Undang-Undang Perlindungan Anak tentang kekerasan terhadap anak dan Pasal 307 KUHP Baru tentang membawa senjata tajam tanpa izin. MR terancam 15 tahun penjara.

Baca JugaSuporter di Bogor Tewas, Persib: Tidak Seharusnya Rivalitas Berujung Hilangnya Nyawa

Pembunuhan ARK yang dipicu emosi sesaat sejalan dengan temuan Tim Jurnalisme Data Harian Kompas pada publikasi Kompas.id (22 Juli 2024). Tim menemukan fakta sebagian besar atau 38,7 persen dari kasus pembunuhan yang dianalisis dilakukan pelaku karena motif emosi sesaat.

Dengan kata lain, banyak orang dibunuh hanya karena kemarahan sepele. Temuan ini merupakan hasil analisis 1.113 berkas perkara pengadilan tingkat pertama kasus pembunuhan yang diputus selama 2022-2024.

Berkas perkara yang dianalisis bersumber dari situs Direktori Putusan Mahkamah Agung yang melibatkan 1.349 pelaku dengan 1.013 korban.

Baca JugaCinta Arief untuk Persib Berakhir di Ujung Celurit

Hasil analisis Tim Jurnalisme Data Harian Kompas juga mengungkapkan, 65 persen pelaku pembunuhan berusia 19-35 tahun, kelompok 36-45 tahun (21,3 persen), 46-55 tahun (8,7 persen), usia 56-65 tahun sebesar 2,7 persen, dan di atas 65 tahun sebesar 2,4 persen.

Soal motif emosi sesaat, menurut ahli psikologi forensik, Reza Indragiri, provokasi hebat bisa memantik seseorang melakukan reaksi agresif seketika. Akibatnya, kesanggupan berpikir utuh menjadi tersumbat.

”Motif emosi sesaat ini bisa memunculkan perilaku agresif yang bersifat impulsif atau reaktif,” kata Reza.

Baca JugaMendalami Gejala Pembunuhan dari 1.500 Data Kriminal

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jangan Panik, Bintik Hitam di Susu Bubuk Anak Bukan Kotoran, Ini Penjelasan Pakar IPB
• 6 jam lalu
0
thumb
?Manfaatkan Bonus Demografi, Menteri Mukhtarudin Genjot Penempatan Pekerja Migran Terampil
• 17 jam lalu
0
thumb
Otoritas Perkuat Penegakan Hukum untuk Jaga Kepercayaan Investor
• 4 jam lalu
0
thumb
PKS Akui Telah Komunikasi dengan Hasto PDIP soal Polemik Ijazah Gibran
• 19 jam lalu
0
thumb
Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Terus Suarakan Gagasan untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.