Manajemen Beeru Indonesia menguji sampel produk pemanis cair Beeru Stevia yang beredar di pasaran dan tersedia sebagai stok. Hasil pengujian laboratorium tersebut diperkirakan keluar dalam tujuh hari kerja.
Informasi itu disampaikan melalui akun Instagram resmi Beeru Indonesia pada Kamis (29/10).
“Saat ini Beeru bersama beberapa pihak terkait sedang melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel produk yang beredar di pasaran serta yang tersedia sebagai stok. Pengujian ini dilakukan untuk memverifikasi kesesuaian kandungan produk dengan informasi pada kemasan,” tulis Beeru Indonesia.
Beeru menyatakan akan menyampaikan hasil pengujian setelah diterima. Proses pemeriksaan laboratorium diperkirakan membutuhkan waktu tujuh hari kerja.
“Proses pengujian laboratorium diperkirakan membutuhkan waktu 7 hari kerja. Kami akan menyampaikan informasi terbaru segera setelah hasil uji lab kami terima,” tulisnya.
Selama proses verifikasi berlangsung, Beeru menghentikan sementara seluruh penjualan produk Beeru Stevia.
“Selama proses verifikasi berlangsung, seluruh penjualan Beeru Stevia dihentikan sementara,” bunyi keterangan tersebut.
Pemanis Beeru Stevia belakangan disorot usai Dokter Detektif atau Doktif melaporkan adanya kandungan pemanis buatan dan ketidaksesuaian klaim nol kalori pada produknya. Manajemen Beeru Indonesia menghentikan sementara penjualan produknya hingga proses verifikasi selesai.
Sementara Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut konsumen berhak meminta ganti rugi apabila produk pemanis Beeru Stevia terbukti memiliki kandungan yang tidak sesuai dengan informasi pada label. Pelaku usaha dapat dituntut melalui jalur hukum jika terbukti melanggar ketentuan yang berlaku.






Komentar (0)