Esa Medika (EMMI) Berbalik Rugi Rp49 Miliar hingga September 2026

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kerugian tersebut terjadi seiring penurunan penjualan bersih perseroan sebesar 70,2 persen menjadi Rp97,7 miliar.

Esa Medika (EMMI) Berbalik Rugi Rp49 Miliar hingga September 2026 (Foto: dok Esa Medika)

IDXChannel - PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp49,1 miliar hingga September 2026, berbalik dari laba Rp19,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Kerugian tersebut terjadi seiring penurunan penjualan bersih perseroan sebesar 70,2 persen menjadi Rp97,7 miliar dari sebelumnya Rp328,5 miliar.

Baca Juga:
Esa Medika (EMMI) Siap Perkuat GCG dan Pacu Produksi Alkes usai IPO

Direktur Utama EMMI, Florian Chris Widjaja mengatakan, penurunan penjualan terutama disebabkan oleh melemahnya pendapatan dari segmen pemerintah, yang menjadi kontributor utama bisnis EMMI. 

"Kinerja pendapatan sembilan bulan pertama tahun ini mencerminkan karakteristik bisnis kami, di mana realisasi pengadaan dari institusi kesehatan pemerintah sangat bergantung pada jadwal anggaran dan proses tender," ujar Florian dalam laporan kinerja keuangan perseroan di keterbukaan informasi BEI, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga:
Penjualan Esa Medika (EMMI) Melonjak Empat Kali Lipat di Semester I-2026

Hingga kuartal III-2026, segmen tersebut membukukan penjualan Rp91,6 miliar, turun dari Rp321,6 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Sementara itu, penjualan dari segmen nonpemerintah tercatat sebesar Rp6,1 miliar, dibandingkan Rp6,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Florian menjelaskan, bisnis perseroan bergantung pada realisasi anggaran dan penyelesaian proses tender pengadaan pemerintah. Pada 2026, sejumlah proyek mengalami penundaan sehingga pengakuan pendapatan bergeser dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejumlah tender yang diikuti perseroan pada kuartal II-2026 diperkirakan baru terealisasi menjadi pendapatan pada kuartal IV-2026 dan kuartal I-2027.

Di tengah penurunan itu, EMMI masih mencatatkan peningkatan marjin laba kotor menjadi 49,3 persen hingga September 2026, dibandingkan 33,3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

"Perseroan akan berfokus pada penyelesaian proses pengadaan pemerintah yang diperkirakan terealisasi pada kuartal akhir 2026 yang didukung oleh kesiapan persediaan serta struktur
permodalan yang lebih sehat," tutur Florian.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Analis Politik Sebut Hak Angket Suket Gibran Tergantung Koalisi Pemerintah dan Desakan Publik
• 12 jam lalu
0
thumb
Mobil Tabrak Gerai Es Krim di Denpasar Lalu Kabur, Aksinya Terekam CCTV
• 11 jam lalu
0
thumb
Ramai soal Beeru Stevia, Kemenkes: Pemanis Pengganti Gula Bukan Solusi Kendalikan Berat Badan
• 9 jam lalu
0
thumb
13 Film Indonesia Adaptasi Novel Terbaik dan Terbaru, Ada Laut Bercerita
• 2 jam lalu
0
thumb
Rencana Kehadiran Jokowi di Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ini Penjelasan Pengacaranya
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.