Obon Tabroni Apresiasi Gagasan Generasi Muda di LOBO II 2026, Soroti Perlindungan Pekerja Digital hingga PHK

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni, mengapresiasi gagasan generasi muda mengenai perlindungan tenaga kerja yang disampaikan dalam Final Lomba Orasi Bintang Orator (LOBO) II Tahun 2026, terutama terkait pekerja digital, pemutusan hubungan kerja (PHK), pengupahan, dan jaminan sosial.

Kompetisi yang mengusung tema "Harapan Terhadap RUU Perlindungan Ketenagakerjaan" tersebut diikuti 168 peserta yang menyampaikan berbagai aspirasi, pandangan, dan solusi mengenai tantangan dunia kerja di Indonesia.

Kegiatan ini menjadi wadah partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memberikan masukan terhadap pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan sekaligus menyuarakan persoalan yang dihadapi pekerja.

Obon menilai kemampuan peserta dalam mengidentifikasi persoalan ketenagakerjaan dan menawarkan solusi menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap masa depan perlindungan tenaga kerja.

Obon Tabroni Apresiasi Aspirasi Generasi Muda dalam LOBO II 2026

Obon menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemberitaan Parlemen yang telah menyelenggarakan kompetisi tersebut sebagai ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Menurutnya, kegiatan LOBO II memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan ide, saran, dan pandangan mengenai berbagai persoalan ketenagakerjaan yang berkembang di masyarakat.

"Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh karyawan Pemberitaan terkait dengan kegiatan yang menurut saya sangat luar biasa. Aspirasi ini bisa disampaikan secara langsung, sekaligus bagaimana adik-adik kita bisa menyampaikan banyak hal, ide-ide dan saran-saran,” ujar Obon.

Ia mengaku terkesan dengan kualitas materi orasi yang disampaikan para peserta, terutama karena sebagian di antaranya masih berstatus pelajar tetapi telah mampu memahami persoalan dunia kerja secara mendalam.

Obon menilai gagasan tersebut memperlihatkan kemampuan generasi muda dalam melihat tantangan perlindungan pekerja sekaligus merumuskan alternatif penyelesaian yang relevan dengan perkembangan ketenagakerjaan.

Peserta Soroti Pekerja Digital, PHK, Upah, dan Jaminan Sosial

Salah satu isu yang menarik perhatian Obon adalah perlindungan terhadap pekerja berbasis platform digital atau gig workers, termasuk pengemudi ojek daring yang menghadapi berbagai tantangan dalam sistem ketenagakerjaan modern.

Selain itu, para peserta turut membahas pekerja jarak jauh atau remote workers yang semakin berkembang seiring pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas pekerjaan.

Obon menilai pembahasan mengenai kedua kelompok pekerja tersebut menunjukkan bahwa generasi muda telah memahami perubahan karakteristik dunia kerja dan kebutuhan perlindungan terhadap pola hubungan kerja baru.

Persoalan perlindungan pekerja perempuan juga menjadi salah satu perhatian peserta, terutama berkaitan dengan pemenuhan hak dan kondisi kerja yang dihadapi perempuan dalam dunia ketenagakerjaan.

Tidak hanya itu, isu PHK, pengupahan, dan jaminan sosial turut diangkat sebagai bagian dari harapan peserta terhadap penguatan regulasi perlindungan tenaga kerja.

"Betapa mereka sudah bicara terkait dengan gig workers, salah satunya ojek daring dan lain-lain, kemudian tentang remote workers. Kemudian juga perlindungan terhadap pekerja perempuan terkait dengan isu-isu PHK, isu upah, isu jaminan sosial, dan banyak hal di luar bayangan saya,” ungkapnya.

Obon mengakui bahwa keluasan materi yang disampaikan peserta melampaui perkiraannya karena mencakup persoalan ketenagakerjaan konvensional hingga tantangan perlindungan pekerja dalam sistem kerja berbasis teknologi.

Ia juga mengapresiasi kemampuan peserta dalam menawarkan solusi atas berbagai persoalan tersebut sehingga materi orasi tidak hanya berisi kritik, tetapi juga menghadirkan gagasan mengenai langkah perbaikan.

Menurutnya, kemampuan generasi muda dalam menyampaikan solusi dapat memperkaya diskusi publik mengenai arah kebijakan ketenagakerjaan dan perlindungan pekerja di Indonesia.

Zita Faiha Firdaus Asal Pati Raih Juara Pertama LOBO II 2026

Final LOBO II Tahun 2026 menghadirkan tiga dewan juri yang bertugas menilai kemampuan peserta dalam menyampaikan orasi, mengemukakan gagasan, dan menjelaskan harapan terhadap perlindungan tenaga kerja.

Ketiga dewan juri tersebut terdiri atas Anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni sebagai juri utama, Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Muhammad Najib Ibrahim, serta Kepala Bagian TV dan Radio Parlemen Maryanto.

Setelah melalui rangkaian penilaian, Zita Faiha Firdaus asal Pati, Jawa Tengah, berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi tersebut.

Posisi juara kedua diraih Zhafira Firlana dari Aceh, sedangkan Nabila Syafira Nasution asal Sumatera Utara berhasil menempati posisi juara ketiga.

Kompetisi tersebut menjadi salah satu sarana bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk menyampaikan pemikiran mengenai perlindungan pekerja sekaligus berpartisipasi dalam diskusi kebijakan publik.

Obon Nilai Gagasan Peserta Bermanfaat bagi Pembahasan Kebijakan DPR

Obon berharap kegiatan seperti LOBO dapat terus diselenggarakan karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat dalam penyampaian aspirasi mengenai berbagai persoalan kebijakan publik.

Menurutnya, gagasan yang disampaikan peserta dapat memberikan perspektif tambahan bagi DPR RI dalam memahami tantangan ketenagakerjaan yang berkembang di masyarakat.

Ia menilai keterlibatan generasi muda penting untuk memperluas pembahasan mengenai perlindungan pekerja, terutama di tengah perubahan sistem kerja dan perkembangan teknologi.

Obon juga menekankan bahwa kemampuan peserta dalam menawarkan solusi merupakan nilai tambah yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun lembaga legislatif.

"Selain mengangkat beragam persoalan, adik-adik kita juga memberikan solusi. Kegiatan positif seperti ini sangat baik bagi masyarakat, termasuk bagi kami di DPR,” pungkas Obon.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Klasemen Liga Italia 2026-2027: Inter Milan Kembali Klaim Puncak, Juventus dan AC Milan Kompak Kalah
• 18 jam lalu
0
thumb
KDM Harap Dewan Pers Kembalikan Pers sebagai Lembaga Bergengsi
• 12 jam lalu
0
thumb
BMKG Ungkap Penyebab Gempa M6,0 Guncang Oksibil Papua, Dirasakan di Jayapura
• 16 jam lalu
0
thumb
BNI Siap-Siap Buyback Saham, Rogoh Kocek Rp547 Miliar
• 21 jam lalu
0
thumb
Harga Naik Rp800 Miliar dalam Setahun, Madrid Pantau Eks Pemain Akademinya yang Dilirik Arsenal dan Chelsea
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.