Hashim Bandingkan Penerimaan Negara RI dengan Kamboja, Selisihnya Disebut Capai Rp1.500 Triliun

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo menilai Indonesia berpotensi meningkatkan penerimaan negara hingga Rp1.500 triliun per tahun apabila rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) dapat ditingkatkan menjadi setara Kamboja.

Hashim menyebut penerimaan negara Indonesia saat ini masih sekitar 12 persen dari PDB.

Angka tersebut, menurut dia, lebih rendah dibandingkan Kamboja yang mencapai 18 persen.

“Penerimaan negara kita termasuk yang paling rendah di dunia. Kita sekarang, penerimaan negara adalah termasuk paling rendah di dunia, itu 12 persen,” kata Hashim dalam acara pembukaan Rakernas Kadin, Kamis, 29 Oktober 2026.

BACA JUGA:Jelajah Bali hingga Kamboja, Rasakan Pengalaman Wisata Anantara yang Tak Banyak Diketahui Traveler

Dia menjelaskan, angka penerimaan negara tersebut mencakup pajak, cukai, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan sumber penerimaan lainnya.

Hashim kemudian membandingkan rasio penerimaan negara Indonesia dengan sejumlah negara lain.

Dia menyebut Kamboja memiliki rasio penerimaan negara sebesar 18 persen, India 20 persen, dan sejumlah negara di Afrika sebesar 16 persen.

Menurut Hashim, selisih enam poin persentase antara Indonesia dan Kamboja berpotensi menghasilkan tambahan penerimaan negara sekitar Rp1.500 triliun setiap tahun.

BACA JUGA:Ragnar Oratmangoen Tak Sabar! Mitchell Baker Jawab Kesombongan Kiper Kamboja, Thom Haye Berkelas

“Kita sekarang kurang pungut Rp1.500 triliun. Nah, defisit APBN kita, Pak Rosan, kan Rp500 triliun, kalau tidak salah. Rp500 triliun sampai Rp600 triliun,” ujarnya.

Hashim menilai, peningkatan penerimaan negara dapat membantu memperbaiki kondisi fiskal Indonesia.

Bahkan, dia memperkirakan Indonesia berpotensi mencatatkan surplus anggaran apabila penerimaan negara dapat ditingkatkan hingga setara dengan Kamboja.

“Kalau aparat kita, pajak dan bea cukai bekerja semestinya, seperti orang Kamboja, kita surplus tahun ini Rp900 triliun,” jelas Hashim.

BACA JUGA:Kamboja Akui Kehebatan Timnas Indonesia, Hattrick ‘Monster’ Mitchell Baker dan Taktik Herdman Jadi Pembeda

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pertamina kembangkan pengumpulan jelantah berbasis koperasi
• 2 jam lalu
0
thumb
Waketum MUI jadi saksi meringankan sidang kasus Yaqut Cholil
• 6 jam lalu
0
thumb
Bamsoet Sebut Peredaran Vape Mengandung Narkotika Sudah Mengkhawatirkan
• 6 jam lalu
0
thumb
KONI Pusat dan Kemenpora Bahas Persiapan PON 2028 di NTT-NTB serta PON Pantai 2026 di Jakarta
• 21 jam lalu
0
thumb
Cerita Cuan dari Bisnis Servis Koper di Jalan Surabaya
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.