Grid.ID - Menghirup udara bebas setelah sempat merasakan kehidupan jeruji besi tak serta-merta membuat dr. Richard Lee langsung bisa bernapas lega. Di balik senyumnya kembali ke tengah keluarga, sang dokter menyimpan trauma terhadap sorotan publik.
Richard Lee mengakui bahwa ia sempat mengalami krisis percaya diri hingga memilih mengurung diri di kediamannya selama lebih dari sepekan.
"Tapi kan setelah keluar kan ternyata enggak semudah itu ya, enggak segampang itu ya," kata Richard Lee di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (29/10/2026).
Richard merasa tatapan mata masyarakat di sekitarnya mengintimidasi usai kasus hukum yang menimpanya mencuat luas.
"Tatapan mata orang itu buat saya banyak enggak nyaman juga. Pengin kumpul keluarga dulu, enggak berani keluar rumah," akunya.
Ketakutan tersebut membuatnya memilih membatasi interaksi dengan dunia luar. Seluruh rutinitas, termasuk ibadah, ia selesaikan hanya dari dalam rumah.
"Delapan hari saya enggak, enggak keluar. Jadi ya hampir semuanya salat di rumah, ibadah di rumah," ucap Richard Lee.
Hingga akhirnya, pada hari kedelapan, keberanian itu muncul berkat dukungan para sahabat terdekat yang mendampinginya untuk beribadah di masjid sekitar.
"Hari kedelapan saya baru berani keluar, itu pun juga masjid di dekat rumah saya, dekat kantor. Habis itu saya baru lebih beranilah untuk keluar rumah," tandasnya.
Sebelumnya diketahui perseteruan hukum ini bermula dari ulasan laboratorium Dokter Detektif (Doktif) yang menuding produk kecantikan milik Richard Lee melakukan overclaim bahan, tidak steril, dan melakukan pengemasan ulang (repacking) secara ilegal.
Hingga akhir Oktober 2026, perkara pidana dugaan pelanggaran UU Kesehatan dan Perlindungan Konsumen ini masih bergulir di Pengadilan Negeri Tangerang. Richard Lee kini mendapatkan penangguhan penahanan dari majelis hakim.(*)
Artikel Asli





Komentar (0)