Kenali Mood Swing Tak Disebabkan Hanya Kondisi Jelang Menopause, Ini Cara Ampuh Beradaptasinya

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Mood swing atau perubahan suasana hati secara mendadak pada perempuan tidak melulu disebabkan karena persoalan menjelang menopause.  Perubahan suasana hati juga berkaitan dengan perubahan fisik dan mental tak hanya bergantung pada satu faktor melainkan multi faktor yang perlu dianalisa lebih jauh. Demikian benang merah pendapat  dokter spesialis obstetri dan ginekologi sub-spesialis Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi Dr.dr. Kanadi Sumapradja, Sp.O.G, Subsp.F.E.R.,M.Sc. 

“Karena adanya fluktuasi tadi maka tentu terjadi penurunan estrogen atau terjadi dominasi hormon progesteron misalnya memang menyebabkan perubahan mental state yang menyebabkan mood swing dan itu bisa terjadi bukan hanya pada menopause tapi juga pada penggunaan obat-obatan tertentu yang menyebabkan penurunan estrogen,” kata Kanadi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Baca Juga :
Senam Somatik Baik untuk Perempuan Menopause, Apa Saja Manfaatnya bagi Tubuh?
Haid Tak Lagi Teratur di Usia 30 Tahun? Ini 10 Tanda Perimenopause Dini yang Sering Diabaikan

Bagi yang jelang manopouse tak perlu khawatir menghadapi kondisi mood swing karena tubuh memiliki cara adaptasi masing-masing.

“Semua orang punya cara masing-masing untuk beradaptasi pada perubahan fisik dan mental dan ini yang dikenal dengan copying system dan ini juga mungkin berhubungan dengan bagaimana ia menjalani hidupnya sehari-hari dan seterusnya dan support system di sekelilingnya akan mendukung perubahan ini,” katanya.

Hal yang penting adalah dukungan orang terdekat,  agar perempuan bisa beradaptasi dengan perubahan, mengenali dengan baik dan memahami apa yang terjadi terutama pada masa transisi menuju menopause.

Kanadi mengatakan bahwa perempuan akan mengalami masa perimenopause pada usia 40-44 tahun dan menopause biasanya berlangsung saat memasuki usia 45-55 tahun.

Sementara pascamenopause adalah periode setelah menopause yaitu tidak mengalami menstruasi selama kurang lebih 12 bulan berturut-turut akibat berhentinya fungsi ovarium.

Gejala perimenopause meliputi gangguan haid, gangguan tidur, gejala kognitif seperti sulit konsentrasi, mudah lupa dan brain fog kemudian perubahan urogenital, perubahan kesehatan tulang dan jantung, nyeri, perubahan fisik hingga perubahan mood.

Baca Juga :
Jangan Langsung Anggap Menopause, Menstruasi Tak Teratur di Usia 40 Tahun Bisa Jadi Anovulasi, Apa Itu?
Bukan Cuma Hormonal, Ini 7 Kebutuhan Wanita Saat Menopause yang Sering Diabaikan
Mudah Banget Dilakukan! 3 Kebiasaan Sehari-hari yang Terbukti Membantu Meredakan Gejala Menopause

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Warga Kota Kecil di Spanyol Turun Tangan Bantu Korban Kecelakaan Kereta
• 5 jam lalu
0
thumb
Peugeot Pede Jual Skutik 125 cc Harga Rp 70 Jutaan, Ini Alasannya
• 5 jam lalu
0
thumb
Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura Berpotensi Tekan Margin MEDC dan PGAS
• 10 jam lalu
0
thumb
Tercatat 10.070 Koperasi Merah Putih, Pemerintah Targetkan 35.000 Gerai Beroperasi Penuh Akhir 2026
• 10 jam lalu
0
thumb
Suami Siri Bunuh Istri dan Anak Tiri, Apa Motifnya?
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.