Sudaryono Klaim BGN Selamatkan Rp44 Triliun Uang Negara

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengklaim telah mengehemat Rp44 triliun anggaran Makanan Bergizi Gratis (MBG) selama 100 hari kepemimpinannya. Efisiensi tersebut berasal dari pengurangan alokasi anggaran, penyesuaian insentif dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pengembalian saldo rekening fiktif.

Sudaryono mengatakan bahwa BGN semula mendapat alokasi anggaran Rp268 triliun. Setelah dilakukan penghitungan ulang, dia menyebut anggaran Rp229 triliun dinilai cukup untuk menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

"Jadi dari anggaran gelondongan, itu kemudian ada yang 38 yang kita dari awal sudah (kembalikan), begitu kami dilantik kami kemudian kami kembalikan,” kata Sudaryono dalam Refleksi 100 Hari Kepemimpinan Kepala BGN di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).

Selain itu, BGN juga mengubah skema insentif dapur MBG yang sebelumnya diberikan secara tetap sebesar Rp6 juta per hari, tanpa mempertimbangkan jumlah porsi makanan yang disediakan.

Sudaryono mengatakan, skema tersebut berpotensi menimbulkan pemborosan karena dapur dengan jumlah porsi yang berbeda tetap menerima insentif dengan nominal sama.

“Maka kami telah mengeluarkan di tanggal 5 Oktober yang lalu, kami kembalikan dari 6 juta flat berapa pun omprengnya 6 juta, kami kembalikan ke 2.000 (per porsi). Dan berapa yang dihemat dari situ adalah sekitar 2,5 sampai dengan 3 triliun sampai dengan akhir tahun kami selamatkan, kami hemat anggaran negara itu,” tuturnya.

BGN juga membatasi dana operasional dapur maksimal Rp3.000 per porsi. Sudaryono menyebut, sebelumnya biaya operasional yang ditetapkan Rp3.000 berpotensi membengkak karena berbagai komponen tambahan yang diklaim oleh pengelola dapur.

Baca Juga: Program MBG Bakal Jadi Mata Pelajaran Wajib? Bos BGN Akhirnya Bongkar Alasan Sebenarnya

Penetapan nominal tersebut, Kata Sudaryono, mampu menghemat anggaran sekitar Rp3 triliun hingga akhir tahun.

“Sehingga kalau diterus-teruskan Bapak, Ibu semua, ini APBN habis untuk operasional bukan untuk nasi, bukan untuk menunya,” jelasnya.

Komponen efisiensi berikutnya berasal dari pengembalian saldo rekening virtual account (VA) fiktif.

Dia mengatakan, BGN menemukan ratusan rekening yang telah terisi dana meskipun dapur terkait belum beroperasi. Setelah dilakukan pemeriksaan, dana senilai Rp414 miliar tersebut dikembalikan ke kas negara.

“kami temukan ada sekitar 400-an sekian rekening, rekening VA itu, dobel. Setelah dicek, ternyata ada isinya,” ungkapnya.

Dalam paparannya, Kepala BGN itu merinci efisiensi Rp44 triliun tersebut terdiri dari pengembalian alokasi anggaran Rp38 triliun, efisiensi insentif yayasan Rp2,5 triliun, efisiensi dana operasional dapur Rp3 triliun, serta pengembalian saldo VA fiktif sekitar Rp400 miliar.

Sudaryono mengatakan, upaya penghematan anggaran masih terus berlanjut. BGN juga mengembalikan tambahan Rp160 miliar ke kas negara setelah menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Jadi setiap rupiah ini adalah uang rakyat yang harus bisa dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
EBITDA Tumbuh 65%, Pendapatan CDIA Tembus USD122 Juta
• 2 jam lalu
0
thumb
Petaka Baru Muncul di China, Peneliti Kasih Peringatan Bahaya
• 3 jam lalu
0
thumb
Soal Insentif Mobil Hybrid, Ini Bocorannya
• 18 jam lalu
0
thumb
Tak Cukup Hanya dengan Hentikan Gyselle Silva! Media Korea Bedah Kekuatan Rahasia GS Caltex di Musim Ini
• 1 jam lalu
0
thumb
Stimulus Nataru 2026/2027, Harga Tiket Pesawat Diproyeksi Turun hingga 12 Persen
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.