Pemerintah Akan Uji Coba Subsidi Tarif Listrik Tunai, Langsung Transfer ke Rekening

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi. Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, stimulus ekonomi berupa diskon tarif listrik sebesar 50 persen akan diberikan kepada sekitar 79,3 juta rumah tangga. (Sumber: PLN)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah melalui Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengungkapkan rencana untuk menggelar uji coba (piloting) penyaluran subsidi listrik melalui mekanisme transfer langsung (tunai) kepada masyarakat yang berhak.

Langkah ini menandai pergeseran bertahap dari skema subsidi berbasis barang atau produk menjadi bantuan berbasis penerima manfaat (direct transfer).

Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mochamad Firman Hidayat, menjelaskan skema uji coba ini rencananya dilaksanakan di satu daerah percontohan.

Dalam uji coba tersebut, harga tarif listrik di wilayah terkait akan disesuaikan mengikut harga keekonomian atau harga pasar (market price).

Baca Juga: Hari Pahlawan 2026 Apakah Libur Sekolah? Ini Jadwal Tanggal Merah Menurut SKB 3 Menteri

Sebagai kompensasinya, masyarakat yang tergolong membutuhkan akan menerima dana bantuan yang ditransfer secara langsung.

"Jadi, nanti akan ada di satu daerah harganya dikembalikan ke harga market tarif listriknya, tapi kemudian mereka akan dikasih direct transfer ke orang yang memang betul-betul membutuhkan," kata Firman dalam diskusi Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) di Jakarta, Kamis, (29/10/2026), dikutip Antara.

Meski demikian, rincian mengenai lokasi daerah percontohan, jadwal pasti pelaksanaan, besaran nominal transfer, hingga kriteria kelompok pelanggan listrik yang menjadi sasaran utama uji coba masih dalam tahap pematangan.

Firman menekankan perubahan mekanisme subsidi energi ini harus dilakukan secara teliti dan bertahap. Penyesuaian harga energi tanpa kesiapan penyaluran kompensasi yang presisi berisiko meningkatkan beban ekonomi bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah.

Integrasi Digitalisasi Perlinsos dan Fitur Sanggah Mandiri

Pengalihan skema subsidi listrik ini didukung penuh oleh pengembangan Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos).

Sistem digital ini dirancang untuk memperbaiki akurasi data pendaftaran serta kelayakan penerima bantuan secara dinamis.

Baca Juga: Bansos PKH-BPNT Akan Cair Lagi, Ini Besaran dan Cara Cek Penerima

Proses integrasi dan validasi data Perlinsos digital memanfaatkan berbagai keunggulan sistem:

  • Pendaftaran Mandiri: Masyarakat dapat mendaftarkan diri secara langsung menggunakan smartphone.
  • Validasi Data Lintas Kementerian/Lembaga: Pemeriksaan kelayakan penerima bantuan diuji silang menggunakan data dari delapan kementerian dan lembaga, termasuk integrasi data administrasi kepemilikan kendaraan bermotor untuk mengukur kondisi ekonomi riil calon penerima.
  • Fitur Sanggah Mandiri: Jika hasil penilaian kelayakan dianggap tidak sesuai dengan kondisi ekonomi terkini, masyarakat diberikan akses untuk mengajukan sanggahan dan memperbarui (update) data pribadi mereka.

"Di platform ini semua orang tuh bisa melakukan sanggah dan meng-update datanya sendiri," ujarnya.

Berdasarkan data dari DEN, saat ini sebanyak 14,7 juta kepala keluarga telah terdaftar dalam sistem Perlinsos digital dengan pendampingan dari sekitar 862 ribu agen di lapangan.

Data Penerima Subsidi Listrik dan Tarif Saat Ini

Perubahan skema ini dilakukan di tengah besarnya jumlah penerima manfaat subsidi listrik nasional. Kementerian Keuangan mencatat jumlah pelanggan penerima subsidi listrik mencapai 43,4 juta hingga September 2026, atau mengalami kenaikan sebesar 2,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa pada triwulan IV (Oktober-Desember 2026), tarif listrik bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi maupun 24 golongan pelanggan bersubsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan.

Bantuan subsidi tetap dialokasikan kepada kelompok yang memenuhi syarat, seperti rumah tangga miskin, pelanggan sosial, dan pelaku usaha kecil.

Peluncuran Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto

Peralihan subsidi berbasis produk menjadi bantuan tunai berbasis penerima ini sebelumnya juga telah ditegaskan oleh Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, pada 20 Oktober 2026.

Menurut Luhut, digitalisasi Perlinsos menjadi fondasi utama dalam meningkatkan ketepatan sasaran berbagai bantuan pemerintah ke depan.

Program Perlinsos digital ini dijadwalkan diluncurkan secara nasional langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2026

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Dian Nita Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Antara

Tag
  • subsidi
  • tarif listrik
  • tunai
  • transfer
  • rekening
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Banyak Anak Keracunan MBG, Kepala BGN: Hancur Hatiku
• 2 jam lalu
0
thumb
Di Hadapan Ratusan Pemuda Surabaya, Arif Fathoni: Kalau Politik Kotor, Masuk dan Benahi!
• 17 jam lalu
0
thumb
Pembunuhan Istri Siri-Anak di Madiun: Pelaku Jalani Prarekonstruksi di 3 Lokasi, Hotel-Rumah Pribadi
• 11 jam lalu
0
thumb
Tiga gol di babak kedua buat AC Milan kalah 2-4 dari Bologna
• 12 jam lalu
0
thumb
Terungkap! Ini Peran 19 Pelaku Tawuran Maut di Jakbar, Ada Kapten hingga Admin Medsos
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.