Jakarta (ANTARA) - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menyiagakan lima helikopter andalannya untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Indonesia.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi kepada ANTARA di Jakarta, Kamis menjelaskan penyiagaan itu telah dilakukan selama beberapa hari hingga Kamis hari ini.
"Ada lima helikopter untuk melaksanakan pemadaman dari udara, patroli udara, pemantauan titik api serta mobilisasi personel ke lokasi kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat," kata Feri.
Dia menjelaskan beberapa dari helikopter itu telah dikerahkan ke wilayah bencana karhutla seperti Ibu Kota Nusantara (IKN); Gunung Ciremai, Jawa Barat; Gunung Lawu Jawa Tengah; dan TPA Galuga Jawa Barat.
"Di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, helikopter H225M Caracal dari Skadron Udara 8 dikerahkan untuk melaksanakan patroli udara dan water bombing di sejumlah kawasan terdampak," ungkapnya.
Ia mengatakan dengan dukungan water bucket berkapasitas sekitar 2.000 liter, helikopter Caracal dapat membantu pemadaman titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat sekaligus mendukung pemantauan perkembangan kebakaran dari udara.
Selain itu, TNI AU mengerahkan helikopter Caracal untuk operasi water bombing untuk memadamkan api di titik api yang cukup terjal di wilayah Gunung Ciremai.
Untuk di kawasan Gunung Lawu, helikopter NAS-332 Super Puma dari Skadron Udara 6 disiagakan untuk mendukung penanganan kebakaran melalui water bombing. Helikopter tersebut melaksanakan satu sortie dengan dua kali penumpahan air, dengan total sekitar 4.000 liter.
"Helikopter NAS-332 Super Puma dikerahkan untuk membantu pemadaman kebakaran di TPA Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk melaksanakan dua sortie dengan 18 kali penumpahan air dan total sekitar 54.000 liter," ucap Feri.
Feri melanjutkan hingga saat ini helikopter-helikopter itu masih dikerahkan untuk menjalankan operasi pemadaman karhutla.
Dia memastikan helikopter itu akan terus terus dikerahkan hingga bencana karhutla di wilayah-wilayah tersebut berhasil dipadamkan.
Baca juga: TNI AU pastikan pesawat angkut dalam keadaan siap untuk misi karhutla
Baca juga: TNI AU kerahkan 11 pesawat angkut untuk tangani karhutla
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi kepada ANTARA di Jakarta, Kamis menjelaskan penyiagaan itu telah dilakukan selama beberapa hari hingga Kamis hari ini.
"Ada lima helikopter untuk melaksanakan pemadaman dari udara, patroli udara, pemantauan titik api serta mobilisasi personel ke lokasi kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat," kata Feri.
Dia menjelaskan beberapa dari helikopter itu telah dikerahkan ke wilayah bencana karhutla seperti Ibu Kota Nusantara (IKN); Gunung Ciremai, Jawa Barat; Gunung Lawu Jawa Tengah; dan TPA Galuga Jawa Barat.
"Di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, helikopter H225M Caracal dari Skadron Udara 8 dikerahkan untuk melaksanakan patroli udara dan water bombing di sejumlah kawasan terdampak," ungkapnya.
Ia mengatakan dengan dukungan water bucket berkapasitas sekitar 2.000 liter, helikopter Caracal dapat membantu pemadaman titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat sekaligus mendukung pemantauan perkembangan kebakaran dari udara.
Selain itu, TNI AU mengerahkan helikopter Caracal untuk operasi water bombing untuk memadamkan api di titik api yang cukup terjal di wilayah Gunung Ciremai.
Untuk di kawasan Gunung Lawu, helikopter NAS-332 Super Puma dari Skadron Udara 6 disiagakan untuk mendukung penanganan kebakaran melalui water bombing. Helikopter tersebut melaksanakan satu sortie dengan dua kali penumpahan air, dengan total sekitar 4.000 liter.
"Helikopter NAS-332 Super Puma dikerahkan untuk membantu pemadaman kebakaran di TPA Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk melaksanakan dua sortie dengan 18 kali penumpahan air dan total sekitar 54.000 liter," ucap Feri.
Feri melanjutkan hingga saat ini helikopter-helikopter itu masih dikerahkan untuk menjalankan operasi pemadaman karhutla.
Dia memastikan helikopter itu akan terus terus dikerahkan hingga bencana karhutla di wilayah-wilayah tersebut berhasil dipadamkan.
Baca juga: TNI AU pastikan pesawat angkut dalam keadaan siap untuk misi karhutla
Baca juga: TNI AU kerahkan 11 pesawat angkut untuk tangani karhutla






Komentar (0)