Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyoroti tiga masalah utama dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), yakni minimnya pengawasan, praktik korupsi, dan buruknya tata kelola. Hal tersebut disampaikannya setelah 100 hari memimpin BGN.
Sudaryono mengaku terkejut melihat keterbatasan sumber daya manusia (SDM) BGN dalam mengawasi puluhan ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Advertisement
“Hal pertama yang saya kaget adalah bahwa BGN kira-kira manpower-nya sekitar 700 orang, langsung mengendalikan dapur kira-kira 27.000 dengan infrastruktur pengawasan yang sangat minim,” kata Sudaryono dalam paparannya di Gedung Usmar Ismail Hall, Kamis (29/10/2026).
Minimnya pengawasan tersebut, menurut Sudaryono, turut membuka celah bagi praktik korupsi hingga ke tingkat dapur. Sejumlah oknum bahkan kini harus menghadapi proses hukum.
“Dan budaya ini sudah menjalar ke level sampai dengan di level dapur, ada beberapa oknum yang kemudian sekarang ini menghadapi tuntutan hukum,” ujar Sudaryono.





Komentar (0)