Inovasi Sosial Anak Muda Buka Lebih dari 2.200 Lapangan Kerja

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pertamina Foundation mendorong generasi muda Indonesia untuk aktif mengambil bagian dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan. Melalui program PFmuda, Pertamina Foundation menjadi wadah strategis bagi para inovator muda, agen perubahan, dan sociopreneur atas berbagai permasalahan di sektor sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Ketua Yayasan Pertamina, Agus Mashud S. Asngari, menyampaikan, konsistensi dan kreativitas para pemuda dalam menghadirkan inovasi sosial merupakan kunci utama dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan masa depan bangsa. Menurut dia, energi kolektif kaum muda harus terus didukung dengan ekosistem pembinaan yang tepat.

"Program PFmuda hadir secara konsisten untuk memastikan bahwa setiap energi, ide, dan inovasi tersebut terwadahi secara terstruktur, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi kemajuan bangsa," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Kamis, 29 Oktober 2026.

Hingga 2025, inisiatif PFmuda telah sukses merangkul sebanyak 362 kelompok pemenang yang tersebar secara merata di 28 provinsi serta 227 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Selain itu, efektivitas program ini juga terbukti dari pencapaian rasio Social Return on Investment atau SROI sebesar 1,68 yang telah melalui proses penilaian independen oleh PT Adi Akara Bumi.

"Keberhasilan menjangkau wilayah yang luas ini menunjukkan semangat inovasi sosial telah tumbuh subur tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di daerah-daerah yang membutuhkan sentuhan pembangunan kreatif," kata dia. Inovasi di berbagai bidang Agus mengungkapkan, komitmen dalam melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan semakin diperkuat melalui pencapaian impresif pada periode 2025. Pada tahun tersebut, PFmuda berhasil menjaring dan membina sebanyak 110 kelompok pemenang yang dikategorikan sebagai Young Leaders.

Para pemenang ini terbagi ke dalam Kategori Ideation sebanyak 30 kelompok yang fokus pada pematangan gagasan awal, serta Kategori Sociopreneur sebanyak 80 kelompok yang bisnis sosialnya telah berjalan. Tidak hanya itu, terdapat pula 39 kelompok keberlanjutan bisnis sociopreneur yang terus menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Selain itu, tercatat sebanyak 39 kelompok bergerak di bidang pangan, 38 kelompok di bidang UMKM, 33 kelompok di bidang lingkungan, 14 kelompok di bidang pendidikan, 13 kelompok di bidang sosial, tujuh kelompok di bidang energi, serta lima kelompok yang berfokus pada pengembangan teknologi.

"Persebaran bidang inovasi yang digagas oleh para anak muda ini sangat beragam dan menyentuh langsung kebutuhan esensial masyarakat. Keberagaman sektor ini membuktikan kepekaan generasi muda dalam membaca peluang sekaligus tantangan di lingkungan sekitar mereka," ungkap dia.

Baca Juga :

Apa Itu Sociopreneurship? Ini Contoh Bisnis Anak Muda yang Bantu Warga Desa

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com) Perbaikan berbagai indikator kesejahteraan Sepanjang perjalanannya, PFmuda telah mencatatkan total penerima manfaat keseluruhan mencapai 16.601 orang, mencakup 9.067 penerima manfaat perempuan dan 7.534 penerima manfaat laki-laki. Program ini juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, di antaranya 1.625 ibu kepala rumah tangga, 1.043 masyarakat yang berada di wilayah 3T, 644 penyandang disabilitas, serta 89 anak jalanan.

Dari sisi pemberdayaan, inisiatif PFmuda terbukti sukses membuka peluang kerja baru bagi lebih dari 2.208 orang. Para sociopreneur binaan ini juga mencatatkan rata-rata omzet per tahun lebih dari 270 juta. Capaian ini menunjukkan bahwa solusi sosial yang digagas oleh para pemuda tidak hanya bersifat filantropis namun berdaya saing.

Selain memberikan dampak langsung kepada masyarakat luas, program PFmuda juga memainkan peran strategis dalam sinergi korporat. Melalui pembinaan yang intensif, PFmuda berhasil menjaring sebanyak 119 kelompok embrio inovasi sosial yang dipersiapkan untuk mendukung target pencapaian Proper Emas Pertamina.

"Sinergi ini memperlihatkan bagaimana inovasi tingkat akar rumput yang digerakkan oleh pemuda dapat beririsan langsung dengan komitmen perusahaan besar terhadap kelestarian lingkungan dan pembangunan sosial berkelanjutan," jelas Agus. Pastikan efektivitas dan keberlanjutan program Pertamina Foundation menerapkan tahapan pembinaan melalui skema Roadmap yang terstruktur dengan baik. Pada tahap awal atau pendanaan tahun pertama yang dikenal sebagai Penggerak Biru, fokus utamanya adalah pembentukan solusi yang matang serta penciptaan dampak awal di tengah masyarakat.

Selanjutnya, pada tahap pendanaan tahun kedua atau Pelestari Hijau, para peserta memasuki fase pengembangan inovasi lanjutan, di mana dampak sosial dan ekonomi sudah mulai dapat diukur secara kuantitatif melalui instrumen SROI serta ditandai dengan pembukaan lapangan pekerjaan baru.

Agus menjelaskan, puncak dari rangkaian pembinaan ini adalah pendanaan tahun ketiga atau Pemberdaya Emas Nusantara, yang merupakan tahap eskalasi tingkat lanjut bagi para inovator unggulan yang telah terbukti memiliki model bisnis yang kuat serta potensi replikasi skala nasional.

"Dengan sinergi yang kuat, inovasi tanpa batas, serta aksi nyata yang konsisten melalui program PFmuda, para pemuda Indonesia akan terus berdiri di garis depan dalam membawa perubahan positif bagi negeri," kata dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gempa M 6,4 Guncang Maluku Tenggara Barat
• 19 jam lalu
0
thumb
Bintik Hitam pada Susu Bubuk, Berbahayakah untuk Anak? Ini Penjelasan Ahli IPB
• 12 jam lalu
0
thumb
Inara Rusli Kirim Kado untuk Anaknya, Wardatina Mawa Ungkap Respons sang Putra: Udah Diterima
• 7 jam lalu
0
thumb
Terancam Dipecat usai Juventus Kalah Lagi di Liga Italia, Luciano Spalletti Bilang Begini
• 11 jam lalu
0
thumb
[FULL] Praktisi Kepolisian Ungkap Latar Belakang Pelaku Pembunuhan Istri Siri di Madiun, Apa Motif U
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.