JAKARTA -- PT Pertamina Patra Niaga memperketat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah yang mengalami gangguan distribusi. Perusahaan meningkatkan pemantauan stok, mempercepat pengiriman pasokan, serta mengoptimalkan pengaturan antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pengawasan dilakukan secara berkala dengan memastikan koordinasi antara terminal BBM, armada mobil tangki, dan SPBU berjalan optimal. Pertamina juga memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan percepatan pasokan guna mengurangi potensi antrean kendaraan.
“Pertamina Patra Niaga terus mengintensifkan penyaluran BBM melalui penguatan pasokan, optimalisasi armada, dan pengaturan distribusi sesuai kebutuhan di lapangan. Koordinasi antara terminal BBM, mobil tangki, dan SPBU juga terus diperkuat agar pasokan dapat segera diterima dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga,” kata Kitty di Jakarta, dikutip Kamis (29/10/2026).
Pertamina memperluas pemantauan distribusi hingga tahap penerimaan dan pembongkaran BBM di SPBU. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan yang dikirim dari terminal benar-benar sampai ke lokasi penyaluran. Perusahaan juga mengatur jadwal mobil tangki berdasarkan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Penguatan pengawasan turut melibatkan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Koordinasi tersebut diarahkan untuk mendukung kelancaran distribusi, membantu pengaturan antrean kendaraan, serta memastikan penyaluran BBM tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan hasil pemantauan operasional pada Selasa (27/10/2026), Pertamina mencatat antrean BBM di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara telah kembali terkendali. Adapun antrean kendaraan di Lampung dan Gorontalo masih terlihat, tetapi menunjukkan tren penurunan seiring dengan penguatan distribusi yang terus dilakukan.
“Setiap wilayah memiliki tantangan distribusi yang berbeda, mulai dari peningkatan permintaan, jarak tempuh dan medan yang sulit, hingga kendala akses kapal ke terminal tertentu. Karena itu, langkah penanganan disesuaikan dengan kondisi lapangan, antara lain melalui pengalihan pasokan, percepatan pengiriman, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait,” lanjut Kitty.
Untuk mempercepat pemulihan distribusi, Pertamina menambah 72 mobil tangki di tiga provinsi dengan kapasitas gabungan 1.704 kiloliter (KL). Penambahan tersebut terdiri atas 41 mobil tangki berkapasitas 1.184 KL di Jawa Timur, 11 mobil tangki berkapasitas 200 KL di Sulawesi Utara, serta 20 mobil tangki berkapasitas 320 KL di Lampung.
Di Jawa Timur, Pertamina turut mengoperasikan sejumlah terminal selama 24 jam dan mengoptimalkan pelayanan di 17 SPBU yang beroperasi sepanjang hari. Penguatan serupa berlangsung di Sulawesi Utara melalui perpanjangan operasional Integrated Terminal Bitung menjadi 24 jam.
Adapun di Lampung, Pertamina memperkuat distribusi melalui pengalihan pasokan sebesar 120 KL dari Integrated Terminal Palembang. Perusahaan juga menyiapkan pengiriman dari terminal penyangga apabila diperlukan untuk memenuhi kebutuhan BBM di wilayah yang menghadapi kendala distribusi.
Pertamina memastikan pemantauan kondisi SPBU dan penyesuaian langkah operasional terus dilakukan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. Perusahaan sekaligus mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan menghindari pembelian berlebihan agar pelayanan serta distribusi tetap berjalan lancar.
Komentar (0)