Temuan Baru di Tambang Pani, EMAS Kucurkan Rp 207 Miliar untuk Eksplorasi

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menemukan indikasi mineralisasi emas di luar sebagian batas model sumber daya mineral Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Temuan itu membuka peluang penambahan sumber daya mineral, meski masih memerlukan pengeboran lanjutan dan evaluasi teknis.

Presiden Direktur EMAS, Boyke P Abidin mengatakan, hasil pengeboran menunjukkan mineralisasi emas masih berlanjut di sejumlah area, termasuk di bawah batas sumber daya mineral yang telah ditetapkan saat ini. Seiring dengan itu perseroan menyiapkan dana eksplorasi senilai Rp 207,28 miliar.

Temuan tersebut menjadi dasar bagi emiten Grup Merdeka itu untuk menguji potensi perluasan mineralisasi dan mengevaluasi peluang penambahan sumber daya.

“Mineralisasi masih ditemukan di luar sebagian batas model sumber daya saat ini, sementara hasil di area lain membuka peluang eksplorasi tambahan di sekitar deposit utama Pani,” ungkap Boyke dalam keterangan resmi dikutip pada Kamis (29/10).

Salah satu area area eksplorasi EMAS, pengeboran di Pani Deep mencatatkan interval mineralisasi sepanjang 193 meter dengan kadar rata-rata 0,94 gram emas per ton. Di dalamnya terdapat interval sepanjang 124,9 meter dengan kadar rata-rata 1,31 gram emas per ton.

Hasil pengeboran lainnya juga menemukan mineralisasi emas sekitar 65 meter di bawah batas sumber daya mineral saat ini. Temuan it mengindikasikan sistem mineralisasi di Pani masih berlanjut ke kedalaman.

Selain Pani Deep, peluang eksplorasi juga ditemukan di Pani Gap Area dan Kolokoa. Di Gap Area, yang terletak di sebelah selatan deposit utama Pani, pengeboran menemukan zona mineralisasi emas yang luas dan relatif dekat permukaan. Mineralisasi di area itu juga masih terbuka ke arah barat daya.

Sementara itu, pengeboran tahap kedua di Kolokoa kembali menemukan mineralisasi emas, baik di dalam maupun di luar sumber daya mineral perdana yang diumumkan pada Juni 2026. Perusahaan akan melanjutkan pengeboran untuk menguji sebaran dan kesinambungan mineralisasi sebagai dasar pembaruan estimasi sumber daya mineral di area tersebut.

Untuk menindaklanjuti temuan itu, EMAS menyetujui anggaran eksplorasi sebesar US$ 11,4 juta atau sekitar Rp 207,28 miliar pada 2027 (dengan asumsi kurs Rp 18.183 per dolar AS). Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pengeboran sepanjang 50.000 meter di Pani dan sejumlah target eksplorasi di sekitarnya.

Program tersebut difokuskan pada pengembangan sumber daya mineral yang telah diketahui, pengujian perluasan mineralisasi, serta penjajakan target eksplorasi lainnya. Boyke mengatakan, pengeboran lanjutan akan dilakukan secara sistematis untuk memperkuat basis sumber daya mineral dan mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Kendati demikian, temuan terbaru tersebut belum dapat dihitung sebagai tambahan sumber daya mineral maupun cadangan bijih baru. EMAS masih memerlukan pengeboran tambahan dan evaluasi teknis sebelum mineralisasi di luar model sumber daya saat ini dapat dimasukkan ke dalam estimasi sumber daya mineral.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jaksa Hadirkan Jokowi Pekan Depan, Roy Suryo: Ini yang Ditunggu-tunggu
• 23 jam lalu
0
thumb
Kebakaran di Makassar Meningkat, Tembus 402 Kasus
• 19 jam lalu
0
thumb
Wall Street Ditutup Menguat Usai The Fed Tahan Suku Bunga
• 9 jam lalu
0
thumb
Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026 Tiba di Istana, Bakal Terima Hadiah dari Prabowo
• 1 jam lalu
0
thumb
Sumpah Pemuda Bukan Sekadar Peringatan Tahunan, Ini Maknanya bagi Masa Depan Indonesia
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.