Kepala BGN Tidak Tutup Mata soal Adanya Permasalahan MBG di Era Sebelumnya, Singgung soal Yayasan Calo

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan pihaknya tidak menutup mata soal adanya permasalahan Makan Bergizi Gratis (MBG) di era sebelumnya.  

Bahkan, Sudaryono buka-bukaan hingga merincikan permasalahan yang dia temukan terkait MBG. Salah satu permasalahan yang dia temukan, yakni praktik korupsi yang merajalela.

Menurutnya, praktik ini sudah menjalar hingga ke level dapur. Bahkan, ada oknum yang menghadapi tuntutan hukum atas praktik tersebut.

Lalu, adanya tata kelola yang tidak jelas mulai dari sumber daya manusia, dapur hingga pelayanannya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di Transformasi MBG 2.0, Kamis (29/10/2026)
Sumber :
  • Tangkapan layar

Sudaryono memberikan contoh nyata yang terjadi. Dia mengaku pernah diberitahu seorang supplier gas yang melihat adanya dapur tidak layak.

“Di bawah masak, di atas pelihara burung walet. Yang lapor itu orang luar,” katanya di Transformasi MBG 2.0, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Permasalahan lainnya yang ditemukan, yakni komunikasi yang buruk antar pihak terkait dan banyaknya yayasan calo.

“Di era sekarang kita bersihkan. Kita tidak peduli itu punya siapa. Selama tidak ada peranan yayasan itu punya siapa kita bersihkan,” tegasnya.

Sudaryono juga menemukan adanya pengadaan yang tidak masuk akal seperti kaos kaki hingga sprei. Permasalahan lainnya, yakni harga supplier yang dimonopoli.

“Di era kita, kita sisir semua, sehingga kami telah menutup lebih dari 2.000 dapur yang tidak punya syarat higienis dan sanitasi. Enggak punya, tutup, secara permanen. Punya sertifikat saja belum tentu layak apalagi yang tidak punya. Ada kelalaian yang disengaja, maka ditutup secara permanen,” kata Sudaryono.

Di 100 hari ini, Sudaryono meyakini istilah trust is good but control is better. 

“Maka yang kami perkuat selama dimulai 22 Juli memimpin, kami bukan hanya trust tapi menjalankan fungsi kontrol. Fungsi pengawasan kami perkuat,” terangnya.

Ke depannya, dia ingin BGN melibatkan publik seluas-luasnya hingga dapur bisa dilihat dan dicek banyak pihak mulai dari orang tua hingga guru.

Di samping itu, dia juga ingin BGN dan MBG ini transparan kepada publik. (nsi)

 
 
 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Indeks Kepercayaan Industri Oktober 2026 Ekspansi di Level 53,77
• 1 jam lalu
0
thumb
Timnas Indonesia Tak Main di GBK pada FIFA Matchday November 2026, Ini Kata Ivar Jenner
• 9 jam lalu
0
thumb
Sembunyi di Hutan 2 Hari, 2 Pengedar Obat Keras Ilegal Dibekuk Polisi
• 19 jam lalu
0
thumb
Senat Prancis Sahkan RUU yang Bebankan Biaya Kerusakan kepada Demonstran Rusuh
• 18 jam lalu
0
thumb
Hasil ACL 2: Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Persib Bandung Tinggal Butuh Satu Kemenangan untuk Amankan Tiket Fase Knockout
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.