Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengerahkan pasukan oranye untuk membersihkan fasilitas publik di Ibu Kota hingga dini hari, usai penyampaian aspirasi pada Rabu, 28 Oktober 2026. Penanganan kebersihan tersebut dikoordinasikan langsung oleh Wali Kota Jakarta Pusat Arifin.
“Sampai dengan jam 1 pagi, pasukan oranye yang dikoordinasikan secara langsung oleh Wali Kota Jakarta Pusat melakukan pembersihan di tempat-tempat yang terjadi unjuk rasa, dan jam 2 alhamdulillah semua fasilitas yang ada di Jakarta sudah bersih,” kata Pramono di kawasan Jakarta Selatan, Kamis, 29 Oktober 2026.
Baca Juga :
Polda Metro Jaya Kawal 61 Aksi Penyampaian Aspirasi Hari Ini“Hak demokrasi yang dijalankan oleh para mahasiswa kemarin berjalan dengan baik. Dan dari laporan yang ada sampai dengan tadi malam, tidak ada kerusakan apapun terhadap fasilitas publik yang ada di Jakarta,” ujar Pramono.
Pramono mengapresiasi berbagai pihak yang turut menjaga kondisi Jakarta selama aksi berlangsung. Ia menyampaikan terima kasih kepada aparat keamanan dan para massa aksi yang dinilai ikut menjaga fasilitas publik.
“Dalam kesempatan ini tentunya saya juga ingin menyampaikan terima kasih atas upaya bersama, terutama TNI-Polri dan tentunya juga para demonstran yang tetap menjaga fasilitas publik yang kita miliki bersama,” kata Pramono.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Nattasya Amani.
Menurut Pramono, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari pelaksanaan hak demokrasi masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga fasilitas publik agar tetap dapat digunakan bersama setelah kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung.
“Karena apapun, Jakarta ini milik kita bersama, sehingga dengan demikian harus dijaga bersama,” tutur Pramono.
Diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite SADAR (Selamatkan Daulat Rakyat) kembali menggelar aksi massa lanjutan pada Rabu, 28 Oktober 2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Aksi yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ini merupakan bentuk konsistensi perjuangan mereka setelah sebelumnya menggelar penyampaian aspirasi serupa yang diikuti sekitar 800 orang di Tugu Tani pada 20 Oktober 2026.





Komentar (0)